hiatus
belakangan ini, beberapa blogger yang saya kenal memilih untuk tak mendiami lagi rumah mayanya. mereka pergi, tak lagi disana. rumah maya mereka juga sirna. bukan tampak seperti rumah kosong tak berpenghuni yang penuh jejaring laba-laba. tapi terlihat hancur rata tanah. seperti termakan badai tsunami. habis, begitu saja. gak eksis lagi.
saya juga pernah menghilangkan diri dari belantara friendster, saat ratusan teman sudah terjaring dengan teorema enam derajat itu. alasannya, saya terganggu dengan karakteristik friendster yang terlalu rewel announcing.. tambahan lagi.. saya gak terlalu nyaman dengan karakteristik penghuninya.beberapa terobsesi dengan testimonial yang…halaahh… so artifisial dan gak intimate banget.
anyway.. balik lagi ke urusan blog-blog yang hilang itu….duh.. padahal kan nggak setiap hari saya ngobrol dengan mereka. thats why, dengan membaca blog mereka, saya merasa up to date. sebetulnya sih gak penting-penting amat juga, hehe.. urusan orang getto loh..but.. sebagai seseorang dengan kadar ingin tahu yang tinggi… kehilangan mereka itu kok ya rasanya gimanaa gitu. mengganggu kadar usil saya. hehehehe…
tanpa sengaja saya mengetahui beberapa alasan mereka. ada yang diprotes atas segala sarkasme yang ditulis di blog ..bahkan sampe di omongin nggak enak.. dan itulah kenapa dia memutuskan untuk menghapus blog yang belum terlalu lama dipiara. harus diakui, dalam blog itu terlalu banyak hal personal yang terbuka. jadinya sih emang seru dibaca. banyak intrik dan bikin para pembacanya (termasuk saya) nunggu-nunggu postingan baru. tapi akibat lain juga mengintai. dan itu gak selamanya positif. contohnya, si tokoh yang kerap diceritakan jadi protes berat dan melakukan somasi.
well.. blogging is really a revolution. begitu nanti saya klik “publish” maka saat itu juga seluruh penghuni dunia punya potensi sama untuk membaca. blogging is really a way out to report covered news. but its unappropriate to unleash your personal story.. especially when you have the problem with that person. kalo memang ada masalah.. bisa langsung dikomunikasikan, kan?
well.. its just a personal opinion