no need to race about : I cannot always choose my battlefield

March 28, 2006

kamu tahu kapan?

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:15 am

kapan kamu tahu, kamu mau berhenti? -errr…errrr…-

ehm..gini, kapan kamu tahu, kamu HARUS berhenti?

dari semua hal, yang selama ini kamu akui sebagai “ini yang gue mau. gue banget deh!” apa aja. kerjaan yang tak lagi membuat “hidup” ketika kamu tersadar begitu banyak hal yang tak lagi kamu buat karena begitu keasyikan dalam zona nyaman. hubungan-hubungan yang salah atau benarnya setipis hasrat memiliki atau menyayangi. hal-hal yang tadinya kamu percayai, lantas perlahan tak lagi kamu yakini, tapi masih juga kamu beri harap -mungkin benar-benar berhasil setelah percobaan yang ini-

ya gitu, apa kamu sudah tahu kapan harus berhenti? -err..err..–

buat jenis orang yang sering sok memakai intuisi seperti saya, jujur saja, saya nggak pernah menargetkan kapan harus berhenti atas suatu hal. kadang-kadang saya merab-raba, waktu yang tepat untuk berhenti. apa ini saat nya? apa ini benar-benar waktu yang tepat? tapi, kapanpun saya berhenti, entah di waktu yang tepat atau tidak, tentu punya konsekuensi logis masing-masing. dan terus saja beranak pinak sebagai hubungan sebab akibat yang sulit diputus mata rantainya.

jadi, kalau sudah diruntut untung rugi, dan ternyata saya masuk dalam label merugi, dengan parameter yang saya buat sendiri, maka artinya saya HARUS berhenti. ialah pada saat semua yang saya kerjakan akan terasa sia-sia dan sama sekali tak menyentuh pada apa yang saya tuju selagi saya masih hidup. huh! saya rasa saya sedang gila saat membuat panduan seperti itu.

karena bisa jadi, mungkin saya udah tau HARUS berhenti, tapi belum juga MAU.

huuuuhhhgghhh……………….. apa dominasi otak kanan harus tetap terkalahkan oleh suasana hati? fffppphhhhh……………………….

-gibego-

March 23, 2006

specialist number two

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:36 am

anak nomer dua, yang terjebak di rangking dua sebelum akhirnya saat kelas tiga, si rangking satu pindah ke sd tetangga, masuk sma favorit nomer dua hanya karena bagus oka, model jaman saya smp yang jadi coboy (hihihi!!ketauan kan generasinya…:P), sekolah disana, kuliah masuk ke pilihan ke dua, kini bekerja di media (yang katanya) nomer dua, dan memilih menjadi pacar kedua, dan kemudian si pacar pertama menawarkan “mbak mau nikah yang pertama atau kedua?”

HAHAHAHAHAHA… bletak

di masa kecil, saat tes IQ saya berada di awan rata-rata, pas di 124, padahal saya keburu dicap jadi anak kecil bandel tapi pintar serta berbakti pada guru dan orangtua (HIHIHIHI!!) hingga kemudian otak kecil saya bertanya “kok cuma segini ya.. mama malu gak punya anak rata-rata?”

“kalau kamu berada di tengah-tengah, kamu punya dua pilihan. mau terus ke atas.. atau melorot kebawah. Terserah kamu, maunya gimana?”

apa iya, sampai sekarang masalahnya ada pada saya yang masih juga belum tau maunya gimana, (pdhl menurut saya, saya udah tau maunya apa) hingga nggak keatas.. tp juga gak turun2 amat ke bawah. yah.. sedang-sedang. rata-rata aja…terussss aja terjerembab menjadi spesialis nomer dua. BLAH!!

siang-siang begini…. such a funny .. duh!

March 21, 2006

testimoni tak penting pada 00.00

Filed under: de words - Administrator @ 5:24 pm
yes i know.. it won’t be easy. maybe there’s a time, at one point, that one of us maybe you, or me, want to leave. But I also know.. if I dont try this fight -or whatever its called- i am going to regret it for the rest of my life. Dont ask me how I know this. I just know it. Thats all, hun.

aku sedang malas pulang. jadilah aku disini. menekuri setiap kata yang terasa basi. iya, aku dikejar deadline dan sedang tertimpa kemalasan akut yang sangat!

padahal sudah kulepaskan segal hal mengganjal dengan tiga teman, berbincang kosong tentang absurditas yang tak pernah ada, tentang mudahnya memetalogiskan ada, nyata dan tak nyata. dan kamu berada pada nyata. kita berada pada ada. dan semua keinginan cukup pantas masuk kotak tak nyata. hahaha…

dan lupa akan segera membebaskan kita yang berada pada label ada menyeberang menjadi tak nyata. haruskan kubuat diriku amnesia?

tapi bagaimana, jika ternyata hanya lupa pada reka fisik semata sementara hatiku masih begitu fasih mengeja setiap desah nafasmu yang menjejak di masa lalu, tanpa kusadari sebagai bagian kemarin? seperti drew dalam 50 first date? amnesia hanya membuatnya jatuh cinta berkali-kali. dengan perasaan yang segar selalu di pagi hari.

-dan ritual mendengarkan suaramu sebelum hari benar-benar usai menyisakan selengkung senyum yang awet hingga pagi. karenanya, aku telah amnesia berkali-kali. sama kamu. entah bagaimana-

cukup kita

Filed under: de words - Administrator @ 7:36 am

cukup. kita saja. berdua. ya, hun. cukup itu saja.


apa kamu masih ingat? pada suatu senja menjelang malam, dalam putaran kincir raksasa yang akhirnya kamu naiki juga - ah, aku masih ingat bagaimana wajahmu membias pasi hingga kemudian merona merah kembali tanda kamu telah beradaptasi- tanganku tak henti menangkap momen dengan satu tuts kamera otomatis dan kita tak banyak bicara?

bukan karena kita harus berbagi ruang dengan dua pasangan lain yang curi-curi kesempatan berciuman dalam temaram kerlip lampu selintasan lingkaran, atau sekedar mengelus kepala pasangannya dengan mesra (maklum, kegiatan syaraf yang hebat saat fase cinta membara masih dapat diterima otak hingga belum menemui tanggal kadaluarsa)

tapi barangkali, saat itu kata-kata cuma menjadi penjara, tak lagi mampu dengan tepat menjadi jembatan ekspresi.

jadi begitulah, pada semilir angin malam yang tak juga membuatku mengenakan jaket itu, -karena dekapanmu cukup menghangatkan- aku merasakan sebuah waktu yang terus mengalir. yang segera meninggalkan detik demi detik tanpa bisa kubekukan menjadi abadi hingga tak harus sibuk menghalau pertanyaan genit penuh penuntutan: sampai kapan semua ini bisa bertahan? dan segera saja, semuanya layak dalam label usang.

-hm.. seandainya waktu ialah jalanan lurus yang tak pernah berbelok hingga tak ada sebuah sudut yang mengetuk ingatan. dan kemudian melupakanmu bisa semudah teori lupanya jatuh cinta gara-gara pil prozac-

GUBRAK!!!!!!! yea..yea.. just the other side of me!

March 18, 2006

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:27 pm

!!!!!!!!! !!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!! !!!!!!! !!!!!

*********!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

im sick of you, little girl… just grow up!

March 17, 2006

good morning, mr bryan adams

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:38 am
ya this is love - n’ i’ve learned enough to know i’m never lettin’ go no, no, no - won’t let go

Heh? bryan adams? segini pagi? jam 5?

hm.. gut morning bryan honey…

then i woke up.. seperti biasa, saya ucapkan mantra ritual pagi berkali-kali: youl’ll be fine. youl’ll be fine. you are fine. you never better than now. you are absolutely fine!!!

sembari melihat wajah saya di cermin bedak compact. hehe.. lil bit narsis.. but so what? padahal hari masih sangat pagi.. baru kelar shubuh. then my mom called… “oalah mbak… kok mama kepikiran kamu terus yaaa?”

hehe.. sebetulnya saya juga. dari kemarin tapi lupa-lupa mulu mau nelpon. padahal udah gratisan.. tapi.. males ah ngomongnya. maaf ya mom.. lagi nggak pingin cerita apa-apa.

or maybe..radar my mom lagi bagus n ngerti anak tengahnya yang bandel ini lagi rada ngaco bin aneh. hehehe lagi berusaha berlaku benar sesuai yang diyakininya, lagi gak pengen nangis padahal dikiiittttt lagi bisa jebol juga :(

When you want it - When you need it You’ll always have the bets of me I can’t help it - believe it You’ll always get the best of me

ya..ya..mom. thx for your unconditional love…

and thx u bryan honey.. you reminds me that i got so many great things in my life.. especially from my mom and dad.

but ..hey huni…

I may not always know whats right But I know I want you here tonight Ganno make this moment last for all your life Oh ya this is love - n’ it really means so much I can tell from every touch no, no, no - can’t get enough When You want it - When you need it You’ll always have the best of me I can’t help it - believe it You’ll always get the best of me

gila ya.. cinta anak emang sepenggal galah! :P tapi.. mom.. maksudnya gag gitu loo. tapi ya itu… ngerti kan, mom???? :)

March 16, 2006

political something…

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:07 pm

sebenarnya, saat saya tadi membuka jalur komunikasi saya dengannya, saya memang benar-benar bermaksud seperti itu. tidak ada niatan apa-apa.

tp beberapa teman berkomentar, “alam bawah sadar kamu sedang melakukan sebuah strategi”

entahlah. mungkin benar. tapi saya nggak merasa seperti itu. karena saya yakin betul, saya tak sedang seperti itu. saya betul-betul berusaha jujur dan asertif. menyuarakan keinginan saya, sekaligus mencoba berempati dan membangun pengertian. apa saya salah? bukankah ini tak beda dari perjuangan-perjuangan kecil yang pernah saya lakukan?

namun, belajar mendengar apakah ini strategi bulus alam bawah sadar saya untuk mendapatkan keinginan, membuat saya teringat pada perbincangan silam, lima tahun silam.

di sebuah lab komputer kampus, saat hanya terdengar suara server mendengung, dan teman kuliah saya nyeletuk “jangan-jangan kita ngomong terimakasih, agar lebih mudah lagi mendapat pertolongan selanjutnya. bukan karena kita benar-benar berterimakasih,”

ah, saya nggak gitu kok. well, mungkin kadang-kadang gitu saat saya kepepet. hehe.. seperti misalnya ucapan terimakasih pada satpam jutek yang menyulitkan pekerjaan saya.

sama seperti kata maaf, misalnya. sepotong kata itu bisa mempercepat proses yang memang berjalan tak enak. atau bisa juga berarti pemakluman untuk mengulang kesalahan baru lagi. “jangan ungki-ungkit dong. yang dulu aku kan udah minta maaf”, misalnya.

dan kemudian, kata-kata itu sekedar menjadi senjata untuk mendapatkan apa yang kita mau. kata-kata manis, kata-kata yang tak setajam pedang, bisa mengantarkan kita pada apa yang ingin kita raih. hhm..

March 15, 2006

who do you think you are?

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:45 am

aduh bu.. plis dey! bukannya saya nggak denger , situ ngomongin apa aja. tapi gimana ya… since yesterday, you are so invisible for me. =)

hehe.. kasih tau ya kalo situ dah mulai kesel sendiri.

March 14, 2006

perfect blend

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:55 pm

do you have a perfect blend?

apa yang sedang kamu bangun? kepercayaan? mimpi? apa yang sesungguhnya kita cari? apa kita punya mimpi?

Perempuan itu menghela nafas. Pertanyaan tak penting yang seharusnya tak lagi berjingkat masuk dalam otak. Dari awal ia paham, sebuah mimpi tak pernah dipunya. Yang ia punya hanya hari ini, bersama sepotong hati yang memang tak utuh lagi terpagut histori.

Ia mengeluh, meski tak lagi kesal. Toh lama kelamaan ia merasa berdamai dengan segala pertanyaan yang sempat membuntukan otak. Sebuah titik keikhlasan memang meringankan segala langkah.

Lantas ia berhitung. apa yang membuat ia bertahan? seperti bukan dirinya, yang tak pernah lelah berlari mencari keping demi keping hati sebagai persingahan. Kenapa kali ini, ia begitu betah bertahan? padahal sesungguhnya, begitu banyak alasan untuk mencari pelabuhan yang tak terlalu penat dengan tetek bengek administratif status kedatangannya yang terlambat.

Tapi ia masih bertahan. Karena memang ada kenyamanan seperti pulang ke rumah yang lama ia tinggalkan. Sekaligus ada rasa eksotisme sebuah petualangan baru yang manis, juga penuh passion.

Kebetahan itu karena apa? Kenyamanan itu datang dari mana?

Sungguhkah hanya sebuah akselerasi pas demi hubungan yang setara beserta sepotong kedekatan tak terlampau jauh berjarak? Dan itu cukup menjadi ramuan sempurna sebuah adukan romantisme yang liat, pekat, dan tercampur merata? Dan jika satu saja resep itu dihilangkan, maka rasanya akan berantakan. Tak cukupkan sepotong cinta menjaga kesempurnaan rasa?

Dan lantas, jika ramuan itu begitu sempurna, kapan expired date nya? saat semuanya membusuk dan basi, hingga meracuni meski dihangatkan berkali-kali?

dear diary….

Filed under: cacatan - Administrator @ 3:30 am

buku harian pertama saya, sebuah buku bertulis “diary” di cover depan, dengan warna yang kini saya lupa, saat saya duduk di bangku smp. mungkin kelas 1, mungkin kelas 2.

sepertinya saat sd, saya juga punya catatan pribadi. karena saat itu, saya sudah suka menulis dan membuat puisi. tapi saya tak mengemasnya dalam sebuah buku khusus. bersebaran dan sering saya buang. alasannya sederhana, saya belum punya kamar sendiri. nggak boleh mengunci laci, bahkan laci meja belajar saya sendiri.

buku harian paling norak dalam pengamatan saya, ya pas smp itu. saat2 mulai kegenitan. hehehe… mulai nulis sirik sama kakak saya yang pacaran kucing-kucingan, sementara saya masih saja di level bersahabat dengan tujuh cowok yang masih doyan naik sepeda sampe ke tembalang, atawa bukit sari, yang 15 tahun lalu masih sepi. masih bisa liat langit yang merahnya luar biasa kala senja. masih bisa liat kota semarang, dengan atap-atap rumah seperti rumah liliput.

saat sma, saya malah punya buku harian bareng-bareng bersama delapan orang lainnya. kali ini, semuanya cewek. Kami punya buku harian berwarna hijau, bergambar peanuts nya snoopy, dan bergembok. ngisinya bergilir. sekedar ngebolos bareng dan naik becak ke undip bawah buat makan bakso sembari ngecengin anak kuliah, bisa jadi tulisan seru di buku harian itu. sekarang saya udah nggak tau lagi dimana menyimpan buku-buku rahasia itu. tapi kalau saya tanya mama, beliau pasti menunjukkan beberapa yang disimpannya. arrghhhh!!!!

lepas sma, saya punya ruang privasi lebih luas. kuliah di luar kota membuat saya menjadi anak kost. kali ini bisa punya kamar sendiri (even ternyata saya nggak terbiasa buat ngunci kamar..bahkan sampai sekarang!!), dan ngerasa bebas menyimpan barang-barang pribadi. buku harian makin menumpuk. isinya, nggak jauh-jauh dari jatuh cinta, ujian aljabar yang ngebetein sekaligus bikin gemes, janji-janji kerja keras demi ip 4 (halaahhhhh!!! bu ung buanget!!) , teman-teman yang meramaikan hari, sampai menye-menye patah hati.

semuanya terekam. mungkin sebagian tercecer, tapi paling tidak, harusnya saya tidak lagi mengulangi ketololan masa silam. ya, harusnya begitu. harusnya saya semakin mengenali pertanda datangnya fase sakit hati sehingga tak perlu mendekati. tapi yang terjadi ialah, saya justru makin berani dan makin bernafsu buat mendekati segala potensi masalah. tentu ada beberapa hal yang sangat terpatri kuat, dan saya memilih untuk tak lagi berurusan dengan hal-hal tersebut, tapi membaca rekaman peristiwa masa silam, membaca bagaimana saya tersungkur saat itu, dan kemudian baik-baik aja saat ini.. membuat saya tak terlampau khawatir akan masa depan.

menuliskan peristiwa masa silam, membuat saya lebih mudah berdamai dengan semua luka dan kekalahan. mungkin nanti akan terjatuh lagi, tapi saya akan kembali berdiri dan baik-baik lagi.

once again, when u know how to deal with pain and make peace with yourself, whatever tries to kill u, gonna make u more lively!
===yang ini diambil dari diarynya sunshine yang mejeng di projectnya jeng tarlen. diaryproject.02:forgiven not forgotten

March 13, 2006

stubborn fool in love..

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:05 am

Aduh, jeng! gimana caranya saya bilang, kalau saya jatuh cinta sama pacar kamu? tapi saya juga nggak cukup dingin melihat kamu seperti itu. hiks.

when sorry seems to be a hardest thing..

Filed under: cacatan - Administrator @ 4:39 am

apakah anda orang yang mudah meminta maaf? atau mudah memaafkan orang lain? kalau ya, tentu harus bersyukur. kemampuan itu, tak semua orang memahaminya sebagai seni mempermudah hidup.

saya orang yang mudah minta maaf, jika saya memang salah, dan maaf orang itu cukup worth it untuk diperjuangkan. dalam artian saya betul-betul peduli dengannya, betul-betul perlu maafnya hingga relasi antar manusia yang saya miliki dengannya tak lagi terganjal sesuatu tak penting.

tapi jika tidak, saya juga bukan orang yang ambil pusing dengan kerumitan macam itu. what the hell lah. apalagi saya tak membiasakan diri bergantung pada orang lain. jadi buat apa? apalagi kalau cuma masalah kekuasaan. halahh… kalo bahasanya gus dur.. gak pate’an! hehehe

tapi kemudian, saya harusnya kasihan dengan mereka yang insecure. dengan jenis orang yang baru merasa komplit saat dikelilingi teman-teman yang ia pikir peduli padanya, mengerti dan mendengarkan kata-katanya, meski ia harus membayar mahal, membeli sebuah pertemanan.

jadi, cuma karena kasihan, maka ada kata maaf yang sudah pernah saya bilang, tapi tak terdengar karena kekesalan. dan kata maaf itu yang kelak menjadi pamungkas sebuah relasi. sekaligus maaf karena saya memilih tak sepakat untuk terus menjadi pengisi seorang yang harusnya dewasa mengikuti usia. urusan saya masih banyak daripada sekedar jadi baby sitter. hehehe.

nb: seni mempermudah hidup yang ini, tak juga sempurna saya kuasai.

March 10, 2006

beads project

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:21 am

tanpa sadar, ternyata saya demen ama manik-manik. demen beli earrings, dan kayaknya sayang ya kalau cuma jadi hobi ngumpulin dan memakainya sekali-kali. sayang kalau cuma mereka-reka desain dan puas memakainya sendiri.

pas jalan ke Datah Bilang kemarin, rasanya kueseel banget udah keabisan duit buat seronce manik yang bener2 vintage. huuuhggg!!! padahal dah jauh banget mblusak mblusuk gitu looohhh…:p

hehe… hm.. masih embrio sih.. but i will make some move of this project. emang gak ada di list “have to do” tahun ini, tapi gak salah juga buat dicoba.

project testing will be held on next 6 month. bismillah, deh. wish me luck. mudah2an bukan cuma berfungsi sebagai pengalih energi. hehehe

March 9, 2006

clumsy..

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:42 pm

Ingin menyerah saja. sudahlah. toh, semakin lama aku sepertinya makin pragmatis. makin mudah mnyerah pada apa yang tak terlihat.

tapi, jujur saja, memperjuangkan hal ini begitu memberikan nafas. membuatku merasa begitu hidup.

cuma kemudian, memperjuangkan atau tidak menjadi hal yang sangat relatif. sangat conditional. karena pada akhirnya, semua dihadapkan pada pilihan. sulit. sekaligus menyakitkan.

dan tiba-tiba aku begitu lelah. begitu jatuh di titik terbawah. hingga kemudian kepingan-kepingan digital membuatku kembali tersenyum. dan menyenangi bahagia yang berbalur getir.

ya..sudahlah. barangkali tadi aku cuma sedang lupa pada permintaanku yang sederhana.

March 8, 2006

traveller wannabe

Filed under: cacatan - Administrator @ 3:30 pm

hm.. kayaknya baru dua hari saya bilang, bisa pulang dengan membawa keping-keping kenangan setelah perjalanan adalah hal yang indah. ya.. ya… saya belum lupa kok.

tapi, hari ini.. saat kelar dengan segala pekerjaan dan mulai ngebongkar tumpukan email yang belum sempat terbaca.. ada sebuah posting menarik tentang ujung genteng. huuuhhhgghh…. dan segera saja, tanpa sadar saya udah asyik nge googling ujung genteng.

halaaah… padahal janji nulis catatan perjalanan versi blog ke hulu mahkam kemarin belum rampung saya tulis. foto2 belum dipilihin, belum di upload.

duh.. pengen banget punya pohon duit yang tinggal metik kalo hasrat jalan sedang menguat. ataw paling tidak.. seperti tokoh penulis perjalanan di novel chicklit wanderlust yang nggak enak dibaca itu kali ya… bisa kemana-mana.. even dengan beban kerjaan tapi kan tetep aja jalan kemana-mana.. n tetep bisa nulis. nulis sesuatu yang emang disuka…

hm…kenapa ya.. semakin banyak perjalanan yang saya lakukan, semakin pendek rentang waktu saya untuk merasa nyaman dalam diam. hehehe… aarggghhh!!!! cilaka!!!

ruang privasi

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:25 pm

Saat saya di Balikpapan, tempo hari, saya terkesiap kaget mendengar sebuah cerita. Tiga siswa sebuah sma paling prestisius di kota itu bercerita, “Sekolah kami memang dipasangi kamera dimana-mana.” Di kantin, di parkiran mobil, hingga di lorong-lorong potensial tempat ngabur di jam-jam pelajaran. “Cuma WC yang aman dari kamera.”

Lantas tiga cewek kelas dua sma yang full kreatif itu, membuat sebuah dokumentasi. Tentang minimnya ruang privasi di sekolah dengan kadar paraoid yang akut. Lewat film dokumenter berdurasi tak lebih dari 8 menit itu, mereka berceloteh tentang apa yang dapat mereka lakukan di wc. Mulai dari bolos pelajaran, ngerumpiin gebetan, dandan hingga tindakan intimidatif menukar kartu pelanggaran. Yup, mereka memang punya semacam kartu merah yang berisi rekaman kenakalan semisal terlambat masuk sekolah. Di WC yang masih terawat dan harum itu lah terjadi pemalakan antara siswa baik-baik dan siswa “bandel yang punya nyali”. Terjadi pertukaran kartu pelanggaran.

Sebagai satu-satunya tempat tanpa kamera pengintai, maka WC itu menjadi ruang privasi para siswa. Banyaknya kamera pengintai membuat mereka merasa tak dipercaya, meski akhirnya kebanyakan siswa memilih tak peduli dan bersikap biasa-biasa saja. Tapi tidak dengan tiga cewek siswa kelas dua yang kemudian paham, ruang privasi mereka diintervensi oleh pihak sekolah.

Well, seberapa jauh jarak aman buat ruang privasi anda? Saya, sedari kecil, tak biasa punya ruang privasi. Orangtua saya, dalam hal ini ialah mama, selalu enggak enak hati kalau pintu kamar anak-anaknya terkunci. Belakangan, saya juga tau bahwa buku harian saya selalu punya pembaca rahasia. Kesal, tentu. Tapi saat itu saya masih cukup lemah untuk memperjuangkan ruang privasi yang sesungguhnya harus saya bela.

Pada nyatanya, saya baru betul-betul punya ruang privasi ketika menjauh dari keluarga. Saya punya teritori pribadi. Tak lebih luas dari lima meter persegi, tapi saya punya kebebasan penuh di dalamnya.

Dan kemudian, ruang privasi bukan cuma perkara sebuah ruang yang kasat mata. Ruang privasi menjelma pada teritori pribadi, dalam artian melakukan banyak hal untuk diri sendiri. Jika ingin ngeblog hingga tak ingin ngopi bersama, maka saya akan melakukannya. Karena itu ruang pribadi saya yang sesekali tak bisa dikalahkan. Termasuk jika sedang kepingin jalan sendirian, membaca buku baru atau nonton dvd yang berhasil dibeli di ambassador.

Cuma sekarang, saya rasa, radius teritori pribadi saya mulai berkurang. Dan anehnya, tak juga saya sesali. Karena melakukan hal bersama-sama dengan orang yang tepat, tak akan membuat saya merasa kalah dan bersalah untuk tak ngotot memperjuangkan ruang privasi. :) :)

yes.. its you,hun!!! :)

March 7, 2006

pulang…

Filed under: cacatan - Administrator @ 3:44 am

Ya, saya pulang. Kembali ke Jakarta yang padat, yang sesak, yang tak punya langit biru dengan campuran awan putih yang sempurna. Tapi saya mesti ngaku, kenyamanan yang saya cari ada di ruang tak lebih luas dari enam meter persegi, dengan tumpukan bedcover dan bantal, dengan rak buku yang mulai overload, dengan caroline (meja tulis saya) yang padat, dan bryan (ini pc saya..:) ) yang bersedia memainkan lagu-lagu sting hingga saya terlelap menjelang dini hari.

Duh,.. rasanya nikmat betul bergelung di balik bedcover dalam balutan temaram lampu tidur dan nada-nada Moon Over Bourbon Street.

Well.. Semua perjalanan, yang telah saya jalani, dimanapun itu, memang selalu berhasil memberi warna, memberi petualangan dan perspektif baru. Juga semua perjalanan yang kelak akan saya jalani, saya yakini akan selalu menjanjikan eksotisme baru yang luar biasa.

Tapi, bisa kembali pulang, dengan membawa keping-keping kenangan, ternyata begitu….. i..n..d..a..H!!!! :) :)

March 3, 2006

salam sunyi dari kersik luway

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:21 am

Something green in Kersik Luway

kalau disuruh pilih, gunung atau laut, saya pasti pilih laut. tapi kalau disuruh masuk ke hutan, nggak tau kenapa saya masih aja amaze ama jenis tumbuhan yang jarang banget saya temui.

sejak punya kesempatan buat liat banyak hal, saya jadi tergerak untuk membuat dokumentasi. tentang apa saja yang saya lihat, then someday i tell taht story to my children. lutuna..lutunaa….!! :) :)

dan di hari terakhir perjalanan menuju hulu mahakam.. well nggak sampai hulu banget sih, actually.. saya bersentuhan dengan cagar alam kersik luway, yang konon menjadi rumah bagi 100 spesies anggrek. banyak lumut hijau yang lucu-lucu.. tumbuhan pakis kecil-kecil yang seger..dan pasirnya.. hmmm pasir putih!

nggak banyak orang dateng.. cuma saya bersama 11 rekan lain dan seorang jagawana. sepi. sunyi. but its so beautiful….

seperti simphony indah yang lirih.. terutama karena luasnya jauh berkurang sejak kebakaran, terutama karena tak banyak lagi anggrek hitam yang dapat ditemui, terutama karena beberapa sampah kemasan begitu kasat mata,

dan siang itu, seperti pas betul dengan namanya, kersik luway yang berarti pasir yang sunyi. hm.. jadi kangen ama si huni. :) :)

lonely flower

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King