no need to race about : I cannot always choose my battlefield

November 30, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:04 pm

aku hampir lupa gimana rasanya dapet A. ternyata rasanya lumayan juga..

especially untuk mata kuliah dengan dosen yang selalu ngarep dipanggil prof, and he get from all the class except me who always call him “pak”- even i seriously admit that he’s so genius and seriously i adore him.

especially untuk mata kuliah dengan dosen yang stubborn, plus pedes dengan segala omongan, ngerasa gak ada langit lagi diatasnya, dan lincah banget ngegoblok-goblokin orang.

especially untuk kuliah dimana aku susah sekali untuk hadir rutin dan dosen itu mengingatku sebagai tukang bolos. he also called me like that.

especially karena minggu lalu sebelum ujian, aku cuma bisa terkapar bermalas-malasan sembari nonton click di kost an puma. surely im not proud of this laziness. for my self defence, i learn hard in class.. listening to his words and tetep sabar ama kelakuan bapak tua jenius yang sok even emang dia pinter banget.

well…rasanya lumayan juga.

November 29, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:54 am

aku pikir, aku bakal terlambat. tapi undangan pesta, mana ada istilah terlambat?

baju seragam yang mulai buluk, bersembunyi sesaat dibalik selendang lebar baduy. memang, sama sekali gak pas buat tema marun. ah sudahlah, urusan dress code udah lama gak masuk list hal-hal yang harus dipikirkan.

toh, tujuan datang ke tempat itu cuma satu. makan sushi banyak-banyak. kalau perlu sampai mulas. alasan serakah, plus rakus. hihi.. biar.

benar saja, tak ada teman seiman disana. asli dipenuhi kaum sosialita. wangi. glamor. rok-rok gelembung menabrak betis lebar yang sedikit langsing ketarik stiletto. aku menyusup diantaranya. rasanya seperti ikan lele diantara ikan koki berjambul. halah… cipika cipiki. basa-basi standar yang kudu wajib perlu. setelahnya, duduk di depan meja saji. para pelayan yang tanggap, menawarkan segelas dingin minuman segar. rasa nanas plus markisa campur sitrus. hm.. teman minumnya, tentu saja tumpukan sushi. aku makan tak henti-henti. disebelahku, seorang perempuan yang juga sendiri. ia merokok tak henti-henti.

katanya, namanya nova. kami berkenalan dalam bising. dijamin, kami akan saling lupa. sekali-kali ia melirik jam tangannya. dubois punya. wah, si nova ternyata punya kasta sosialita. =) tapi rambutnya berantakan. panjang, tergerai sedikit ikal, tapi tetap berantakan. dengan lipstik yang sedikit meluber hingga tepian. aku nggak tanya apa-apa, sebetulnya. aku rasa dia sedikt mabuk saat berucap “quick sex di toilet”

heh? mau tanya ulang, rasanya akan memancing pandangan aneh. bisa jadi dia pikir aku budek atau bego. jadi aku berlagak cool. ritme mengunyah sushi tak lagi cepat. aku kan harus berkonsentrasi mendengar dalam gaduh.

dia memang berucap. tak ditujukan khusus untukku. aku rasa dia berbincang pada udara. pada asap rokoknya. karena aku berada cukup dekat, dan juga karena kadar keingintahuan yang luar biasa, maka rentetan kata nova mampir di telinga seperti mobil-mobil di sudirman sore hari. padat.

dia bilang dia bosan jadi perempuan tanpa wajah. maksudnya, bosan jadi perempuan simpanan. tapi dia bilang dia butuh kehangatan. dan gempita hidp yang melonjak-lonjak. ia tak suka anak kecil. ia juga tak ingin punya anak. umurnya 34. dan ia belum pernah memimpikan rumah beserta suami dan anak-anak di dalamnya. hidupnya terbagi diantara perjalanan udara eksekutif. wah, warga dunia, aku ngebatin.

dia baru dua minggu pulang ke jakarta. bertemu pacar, suami orang. malam itu mereka pertama kali bertemu sejak ia melanglang lima bulan. sebelum ini, nova cuma setir mobil sampai gedung kantor si lelaki. berkeliling di lantai parkir, dan menatap mobil lelaki yang terparkir. kadang-kadang ia melewati kompleks perumahan si lelaki, duduk diam-diam dibalik kemudi, dan baru pergi jika merasa kecurigaan satpam komplek yang menguap ke udara. tapi malam ini, mereka bertemu. dalam sebuah party. diantara orang-orang yang gemar bergosip mobil mewah kepunyaan si A sampai stiletto yang “enggak ngangkat banget deh”. nova termasuk yang kerap kali digosipin. dia punya banyak pacar. rata-rata suami orang. nova bilang, ia juga tak ingin tapi selalu tak bisa menghindar. bapakku dulu enggak pernah pulang. kerjaanya kawin di kampung orang.

dia bilang beruntung punya pacar pertama anak tuan tanah yang kaya raya. nova minta uang buat modal. bikin butik di blok m. laris manis. lalu dia sekolah sekretaris. masih juga dimodalin pacar pertama. berhasil kerja di perusahaan besar dan disayang bos. bos keluar, nova ikut keluar. dia mulai jadi simpanan, sekaligus kaki tangan perusahaan baru. pacar lama mulai terlihat lapuk dan udik. tak mentereng meski punya tanah berhektar-hektar.

pelan tapi pasti, nova mulai masuk jajaran elit. nggak lagi bisa beli baju di dept store. bukan apa-apa.ini masalah citra. biaya hidup makin mahal. kerja makin keras. “dan cintaku makin liar” ia terbatuk. makin lama makin kencang. sudah ya, ia pamit. lalu dia melenggang pergi. aku kembali menikmati sushi.

-kenapa ya, rasanya seperti masuk dalam sebuah adegan sinetron?

November 25, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:16 pm

hahahuhu ceritamu itu, ya, itu…tentang perempuan-perempuan baru.. atau lama.. yang kembali bertemu, datang ke telingaku, seperti sebuah rutinitas. laksana musim.

hahahuhu..uh

November 24, 2006

wartawan harian kini

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:44 am

semalem, saya bertemu wartawan harian kini. dia suka ha ha hi hi. matanya yang bulat itu bekerjap jenaka.

kami tak bicara.

lantas, wajah putih si olip terlihat dari sudut mata kiri. oalah.. kok ngganteng ya.. tapi perutnya kelebaran ah.. ;) gak jadi..

ketimbang berbincang dengan si mata bulat, atau mengamati si olip beserta perempuan beranting rame, saya lebih suka menikmati nyanyian lirih dee. -sembari menunggu, balasan sms si puma yang tak kunjung tiba- wah.. kayaknya jadi nonton deh tuh ama perempuan baru ;) suit suit….;p

semalem, ada mbak psikolog modis juga.. tapi dia gak denger waktu aku panggil dari jauh. maklum acara arisan ibu-ibu gini bener-bener rame dan heboh. makanya java jive juga demen aja nyanyi diiringi koor ibu-ibu.

“…santai saja.. cinta kan datang.. santai saja.. berikan dia waktu.. berpikir keras.. dan dia kembali padamu”

tring.. message received : puma gimana ujiannya? beres kan?

heleh. ditanya apa. responnya apa.
%&^%&@%&^@)(@#__/

November 21, 2006

coming home

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:08 pm

aku rasa hal yang menyenangkan setelah keluyuran bepergian ialah perasaan pulang itu sendiri. mungkin deep down inside aku butuh merasakan “feel like home” home bukan dalam arti kebendaan. tapi dalam arti perasaan. kembali ke tempat asal, barangkali. even itu berarti ke kamar kontrakan.

padahal kalau boleh jujur, konsep “home” sudah lama tak kumiliki. sejak orangtua berpindah-pindah, sejak aku memisahkan diri dari hangatnya pelukan mereka, aku tak lagi punya rumah. baik dalam konsep kebendaan, ataupun perasaan. rumah bisa berarti rumah ortu, atau rumah kontrakan.

namun rasa pulang seusai perjalanan, selalu menimbulkan kenyamanan karena merasa selalu diterima. tak lagi menjadi asing. meski ini bukan perkara apakah tempat yang kita datangi merupakan tempat yang menyenangkan atau justru menguras tenaga luar biasa. bukan itu, sih. buat aku pribadi, semua tempat, semuanya, selalu punya makna sendiri-sendiri. punya arti sendiri-sendiri. punya keindahannya masing-masing. selalu. tidak pernah tidak. tidak akan pernah tidak.

tapi mungkin saja, aku begitu merindui perjalanan demi perjalanan, bukan cuma perjalanan itu sendiri tapi juga perasaan pulang yang menyertai seusainya. perasaan nyaman. perasaan kembali ke sesuatu yang begitu akrab.

semakin aku ingin merasakan perasaan pulang, semakin ingin aku menjelajah tiap sudut dunia.

usai urusan sekolah ini usai. ya, pasti.

November 20, 2006

exhausted

Filed under: cacatan - Administrator @ 7:13 am

now im just exhausted. with that heavy backpack which i should carry all day long. with that so much arguing with people with that metabolism problem etc etc.. too much nite trip to another town just cant make me breath slower. yup, maybe im not a hury traveller who can be satisfied with sight seing type of trip.

well, it has to be admit that i dont have enough time to do it. i mean, time to enjoy a place with local perspective. all i did only doing light orientation : what is it.. what is that… and its not satisfy me.

well, im in changi now. last nite i decide to stop and back to jakarta then i kept my backpack in bagage. this morning, actually im thinking for continuing. i still get a passion to continue my journey, surely.

but in fact, i wont make it. going to malaka, with this sleepless and so on so on… wont give me something. i must stop think as if its a last chance.

beside, the day after, i must back to jakarta. so i dont have much time.

well.. i must sum up this travelling. india is chalenging for solo woman travel, but i get alot. not only about india, but also about the traveling it self. and most important is about the issue of my self.

fiuuuh….

November 18, 2006

the express train

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:10 pm

yang namanya kereta express di india, lumayan tepat waktu. ada dua “merek” : radjhani express dan shatabdi express. tapi kalo naik lainnya, plis dont expect too much.

semalem, aku naik radjhani express dari delhi ke jaipur. berangkat dari delhi udah jam 19.35. berarti nyampe jaipur sekitar 00.30

sebetulnya pengalaman nggak enak malem-malem di india rada bikin jiper juga sih. so, kali ini rada prepare. nelpon hotel dari delhi untuk reservasi.
the man in the reservation told me thats okay to come to hotel by rickshaw. ‘just told to the driver that you’ll come to pearl palace”

ya sutra lah.

keretanya .. hm… if i might to say, kereta pajajaran masih bagusan sih. tapi lumayan kok. untuk kelas executive nya gitu, dan kereta malam, tempat duduknya bisa dibuat bed. dua tingkat bow…

karena malem, kita dikasih makan malam. pertama dikasih sup. pake semacam cheese stick gitu. lumayan sedap kok. hangat. plus merica. dan garam. makannya, stick dicelupin ke sup, trus dicolek ke butter. biasa kayak makan sup lah.

begitu makanan utama dateng, nah ini dia nih.. im enough with curry. vegetarian or non vegetarian. enough with all that paratha. enough.

but actually i dont have any choice. trying to enjoy is only the best choice. so i try to enjoy.

makanan terdiri dari nasi, kari, semacam kari encer yang gak tau apaan, dahi (well, rasanya kayak cream susu gitu) plus sayur gak tau apaan. rasanya kayak ngunyah rumput ;( tapi, orang-orang yang duduk bareng aku kayaknya kok enak banget makannya. mereka nyampurin segala kari ama nasi, trus dimakan lahap. hmm… aku cuma berani makan dikit-dikit.

habis itu, dikasih es krim. hehehe.. kalo ini sih hajar bleh. walls rasa vanila.

abis makan, semua orang kepingin tidur. aku dapet bed paling atas. jadi mesti manjat dulu. hehe.. sayangnya gak bisa moto. my memory card was full.

November 17, 2006

back to delhi

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:56 pm

taj mahal emang ok banget. tiap sudut selalu bagus buat di foto. elegan. megah. TAPI….. tripod gak boleh masuk! hah.. siyal bener. untung berempat ama guide. kalo enggak, gimana ama kebutuhan narsis gue? hehehe

guide yang ikut kami ngoceh bla-bla bla. banyak tukang foto digital nawarin moto yang bisa dicetak sore itu juga. banyak turis. banyak orang lokal. ada perbedaan tarif. turis dikasih alas sepatu, so gak perlu lepas sepatu. gak perlu takut ilang.

pulang dari taj, kita digiring ke toko-toko yang jual souvenir. penipuan, pemaksaan.. ya iyalah… hahaha.. tapi gue selamat kok. salah satu partner jalan jadi beli meja marble 16,5 juta. waw…

sebetulnya sih, bisa kok baik-baik aja. tinggal bilang enggak, kalo perlu keras-keras. tapi tetep senyum. orang india dikenal sebagai tukang ngeyel. tapi, ya adu ngeyel aja, lagi. tetep bilang enggak.

pulang dari agra udah malem banget. temen yang lainnya ngeyel mau ke dilli hat sebelum takeoff. akhirnya kita misah disitu.

dan begonya emang di gue. aku gak pegang rupess samasekali. ngiter-ngiter sekitar dillihat, sama sekali gak ada penginapan. capek. berat. and bete. orang-orang gak bisa ditanyain. ya maklum lah, lokasi aku malem itu di pasar tradisional. dan yang bikin panik ialah, banyak banget toko wine dan beer disitu. reputasi orang mabok di delhi cukup mengerikan. tiap malem ada aja kasus kekerasan sampe urusan nabrak orang di trotoar gara-gara teler. jadi inget pengalaman nginep di timika. ;(

bolak-balik ngiter situ, sampe kemudian aku ketemu orang china. mereka jual momos di pasar . -kalo di indonesia sih ya siomay lah-

mereka bicara bahasa inggris bagus banget. and guess what… aku nginep di rumah mereka malem itu.. sebetulnya juga bukan rumah sih, cuma ruang sewaan yang terdiri dari dua ruang dan satu dapur. mereka orang tibet. sring dan tenzin.

well, they are selling momos, but they give their heart for free for me.

November 15, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:56 am

kenapa, ya? kok gak bisa buka blogger?

btw, im in now lucknow, a town in uttarpradesh. dan yang sudah kulakukan ialah:

  • menyelamatkan Velbon. ya, ya.. velbon itu tripod nya Qq. Nyaris ilang di Cengkareng. (im so sorry, Q. ini bener-bener accident) on a last minute, i tell SQ crew. deg-degan, jelas. im on a plane, when that beautiful stewardess give Velbon to me. surely, without her smile, she looks so beautiful with Velbon in her hand… ;)

  • experience my first executive flight ya bedanya di executive lounge. kemaren pas bareng mantan kapolri yang mau golf tournament ke aussie, dan mereka mau ke spore dulu. ya bedanya di beragam makanan yang gak kunjung henti. ya bedanya di banyak pilihan film, mulai dari dupree, break up sampai gone with the wind. ya bedanya di sepatu tidur yang anget. dan yang paling aku curigain berbeda ialah: kembalinya Velbon ke tangan!

-first nite in Delhi

++kelakuan orang-orang India emang gak jauh dari film-filmnya sih ya. banyak cowok jemput ceweknya or bisa juga keluarganya, pake bawa-bawa bunga. mereka nunggu di tempat penjemput, sembari pegangan pagar pembatas dan megangin bunga. Begitu yang ditunggu dateng, mukanya berbinar-binar dan ya kayak yang biasa di film india itu, minus nyanyi sembari muter-muter di tiang.

++aku nginep di guesthousenya sebuah company. sumpah, kasurnya keras banget. tapi bisa aja tuh tidur enak. hehehe… tempatnay di defence colony. berhubung kita nyampe malem, ya gak liat apa-apa. cuma gedung-gedung, berwarna blutek-blutek gitu, dengan pagar-pagar tinggi. blutek tidak dalam konotasi buruk ya. i try to give some description, ;) besok paginya baru ketauan, kalo tempat nginep itu gak jauh ama toko-toko. berhubung ruppes belum ditangan, aku gak ngerasa butuh apa-apa. cuma kepikiran, whre can i find some mineral water?

++ my first long delayed baru kali ini aku ngalamin pesawat telat satu jam. padahal pake maskapai utama di india. penyebabnya: antrian take off. walah… jadi mesti mikir ulang destinasi saat exeted besok dong. jiper juga kalo mesti keilangan tiket delhi-spore gara-gara aku telat berangkat dari udaipur ( my first wish destination when i extend)

++experiencing lucknow

badanra lucknow tuh cute. ala kolonial. warna merah marun kecoklatan. but, ada ibu-ibu petugas bandara yang teriak-teriak sadis ke gue. alah..!! tapi, berhubung sempat kenalan mantan kepala bea cukai sana, plus sempat motoin beliau juga, ya selamat. weits.. jadi inget amin maalof ngomong di bukunya: kita diperlakukan karean identitas bawaan, sperti apa kerjaan kita, atau siapa yang bareng-bareng kita. gue selamat karena yang kedua.

++ klakson! klakson! klakson! aku gak pernah naik mobil seribut seperti di lucknow. semua orang mencetin klakson. jaraknya masih jauh aja udah mencetin klakson berulang-ulang. nyetirnya juga sembarangan. kenceng, tanpa perhitungan dan selamat secara kebetulan. ngingetin aku ama driver di aceh jaman liputan tsunami dulu. mobil meliuk-liuk gak jelas. ngehindari sepeda, richkshaw, mobil, bajaj, orang nyebrang. cuma sama sapi aja dia jiper. gak berani nabrak. hahaha… dan the funniest thing is, dua spion di tekuk kedalem. aku pikir dia lupa ngebuka. pas dibuka, ternyata dikedalemin lagi tuh. its mean, dia gak butuh spion. hihi. dan di belakang bajaj, bus atau truk selalu ada tulisan: blow horn. atau horn please. hm… tapi pusing banget di intimidasi suara klakson terus-terusan.

ups… udah harus jalan. ntar lagi deh. so much to write including panic attack in seva chicken- a shop selling beautiful kurta- .

today i back to delhi. i’ll go to agra tomorrow. and i think, i decide to visit jaipur than udaipur and jodhpur. jangan terlalu napsu. loosen up a little. its india. no need to sharp on target. hm..

-btw, aku keabisan pulsa. sorry gak bisa bales sms. kecuali kalo mau diisiin di atm bca ;)

November 13, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:40 am

after finishing a bunch of my mid-term paper, now the time to packing.

so exhausted. but i still have a spirit to travel, tomorrow.

see you at girlontrip.blogspot.com

November 5, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:50 am

Kau, dengan segala teka-tekiMu yang bernama takdir. bahkan di saat seperti ini, ada saja cara Mu yang membuatku tertawa sekaligus tersindir.

-supernova: dee-

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:31 am

ribuan peristiwa datang dan pergi. yang satu menghapus yang lain. yang satu tersimpan lebih lama dari yang lain. yang satu dicintai lebih dari yang lain. barangkali, memang hal-hal penting tak pernah bisa terusir. mereka berdesak, berbagi ruang di hati dan pikiran.

kisah-kisah perjalanan, kepenatannya, juga tawanya, juga sepinya, juga indahnya, ialah jenis yang sulit terusir. mereka, seperti retakan diri yang berserak, dengan pinggiran keping tak rata yang cocok satu sama lainnya, hingga perlu saya kumpulkan satu persatu, meski lambat.

November 4, 2006

lonelyplanet-isasi

Filed under: cacatan - Administrator @ 9:30 pm

saya enggak tahu sejak kapan saya menyukai perjalanan. juga enggak tahu sejak kapan terinspirasi untuk melihat dunia-dunia yang jauh.

mungkin sejak sd, ketika kisah-kisah perjalanan gola gong diterbitkan berseri di anita cemerlang punya embak saya. -saya memang suka ngumpet-ngumpet baca, karena anita cemerlang bukan majalah yang disarankan mama untuk dibaca-

mungkin ketika kompleks perumahan dimana saya pertama kali tinggal di semarang masih dipenuhi bukit-bukit dan ladang kosong, sehingga selalu menjadi bukit misteri bagi saya yang kerap mengangankan diri sebagai jo -georgina- lima sekawan

atau mungkin jauh sebelum itu, ketika masih tinggal di cirebon, dan bersepeda hingga keluar pagar kompleks yang menghadap gunung ciremai ialah pelanggaran area bermain aman.

entahlah. tapi merunut sejarah perjalanan saya, jalan-jalan waktu sma, bareng empat temen ce satu geng cuma ke jogja. itu pun juga city visit. bukan sebuah perjalanan berbau petualangan yang kerap dibanggakan teman pecinta alam di sekolah saya. tapi saya memang suka duduk-duduk di alun-alun, mblusak mblusuk pasar, dan tersesat dalam riuh suara yang berdengung seperti lebah. its kind of -loose my self- for a moment, and it so relieve… saya juga suka ke gunung, atau pantai, menikmati sepi yang mengisi ruang hati seperti helium memenuhi balon hingga melayang ke udara.

pada akhirnya, saat ini, ketika kerap kelayaban kemana-mana, saya sadar menyukai banyak jenis perjalanan. kultural, alam sampai kulinari. meski memang, kunjungan ke pasar tardisional ialah agenda wajib setiap mengunjungi tempat baru.

tapi saat itu, saat masih sekolah dan tinggal bersama orang tua, keinginan jalan-jalan itu seperti balon-balon yang terbang ke udara.

hingga tiba suatu masa, saya pergi ke bali. akhir masa kuliah, 2002. bandung-jakarta-denpasar by train, rp 300 ribu. rasanya seneng banget. tak lelah, tak bosan. saya menyukai rima roda kereta yang itu-itu saja. jag jeg jag jeg..

perjalanan itu berbau sedikit modus. menjadi relawan pada sebuah konferensi ekonofisika internasional, membuat saya mendapatkan akomodasi gratis. makan gratis. ilmu gratis. jalan-jalan lokalnya sih enggak gratis, but still… ;) pulangnya dapet kejutan, naik garuda gratis balik jakarta. yup, itu dia pengalaman pertama naik pesawat. bener-bener pertama.

waktu itu, jalan tanpa panduan lonely planet. tanpa rencana yang detil. dan setiap saat ialah kejutan. menyenangkan, tapi ada hal-hal yang harusnya tak terlewat, atau harusnya bisa di hemat.

berkaca dari pengalaman, saya, yang memang dari sononya seneng nge-plan, mulai akrab dengan lonelyplanet dan panduan untuk menjadi traveller.

ke karimun jawa butuh manual. hong kong butuh manual. mahakam kalimantan, juga butuh manual.

ada kepuasan tersendiri saat apa yang terjadi di lapangan, sesuai dengan apa yang direncanakan. it feels like i really controlling my life. tapi, disisi lain, tentu saja ada ketidakpuasan. bahwa apa yang saya alami, menjadi pengalaman universal. hotel-hotel rujukan, tempat makan rujukan, tujuan wisata rujukan, semua didapat dari panduan. ada keinginan untuk merasa nyaman, itulah mengapa saya memilih tempat-tempat rujukan. well, for my self defence :saya kerap bepergian sendirian. lagipula, waktu yang saya punya juga enggak longgar-longgar amat. perencanaan yang nggak cermat bakal bikin susah juga.
tapi harus diakui, ada ruang kreativitas yang dipersempit atas pilihan saya sendiri.

dan lonely planet, yang selalu ditenteng kebanyakan backpacker, sedikit banyak menentukan keseragaman perjalanan. mereka, termasuk saya, yang menolak digiring pengelola tur perjalan, bersedia digiring teks-teks lonely planet. termasuk digiring perspektif ala ‘orang barat’ memandang negara-negara dunia ketiga. nggak heran, kalau sekarang saya rada jiper buat solo travel di india.

menggali info sebanyaknya-banyaknya, tentu saja tak pernah menjadi hal keliru. saya termasuk orang yang seneng repot digging informasi, tanya sana-sini, terutama kepada para master backpacker indonesia. tapi kadang-kadang saya pun melanggar batasan ‘cukup’ sehingga kerap merasa cemen karena tidak cukup kreatif menciptakan perjalanan sendiri. tidak cukup berani tersesat. tidak cukup berani bereksperimen dengan guliran dadu nasib.

perasaan bercabang ini- antara keinginan untuk menjadi spontaneous traveler vs well planned traveller, selalu saya alami setiap memulai sebuah perjalanan. juga hari ini, seminggu menjelang perjalanan menuju india. waktu perjalan nggak lama, karena sekarang sulit bolos kuliah meski jatah cuti masih bersisa. hati terus menerus diingatkan, jangan terlalu nafsu, jangan terlalu banyak target. jangan dipaksakan. mengalir saja. ikuti saja. tapi kemungkinan bahwa kesempatan tak selalu datang dua kali sering membuat saya gusar. duh, kan tanggung. duh, kan udah deket..

dua hari riset di internet, saya belum juga menemukan formulasi pas. rasanya masih terlalu tergesa untuk sedikit area india dan nepal. but today i decide, que sera-sera, whatever will be will be.

-kali ini dengan sebuah niat : saya akan mendokumentasikannya sebaik mungkin di blog perjalanan baru-

jogja tak tok

Filed under: cacatan - Administrator @ 3:54 pm

kamis lalu, saya ke jogja. biasa, urusan kerja. kami menuju kecamatan pengasih, di daerah kulonprogo yang kering. udara seperti bergerak lamat-lamat, dan lambat seperti keong buta yang melata. bougenville yang layu. pohon yang ranggas dan telanjang. tanah yang kerontang. dan disana, ada program hidup sehat, yang salah satunya mencucitangan dengan sabun agar sehat dan bersih. “airnya memang susah. tapi kami beli air dua tandon sebulan agar program ini berjalan,” begitu curhat sang kepala sekolah. tapi dari kran yang bocor dekat halam sekolah, air menetes tak henti, segera menjadi santapan matahari. menguap. tak berbekas. tersia-sia sejak menetes tak sengaja.

sekolahnya sendiri, berdiri kokoh. ruang kelas tanpa eternit berkesan lapang dan terang. anak-anaknya juga bersemangat. bahkan ketika diperintah senam sehat menjelang jam 12 siang, mereka patuh. tangan-tangan bergerak, beradu dengan laju butir keringat di dahi. -ya, untuk menyambut kami, tamu dari jakarta, yang telat dua jam karena miskoordinasi acara- lantas mereka menyanyi dengan manis. memainkan suling dengan manis. menari dengan manis. sang kepala sekolah mengangguk-angguk. puas. anak-anak didiknya tampil manis dengan baju putih-putih. bernoda sedikit, kusam, tapi masih putih. bergantian mereka tampil. tertawa senang ketika mendapat hadiah. mainan, kaos, sabun mandi. dua jam terlewatkan dalam panas. -meski seorang anak berkeras dalam puisinya, bahwa daerah tempat ia tinggal ialah daerah pelosok berudara seger- tawa masih bersisa di udara, tapi tamu dari jakarta harus bergegas. masih banyak acara lain yang harus diselesaikan. -ingat, time is money-

lantas kami tergesa masuk oven bergerak. menuju kota. menuju bandara. menuju urusannya masing-masing.

saya menuju malioboro. karena cuma saya yang punya urusan untuk menghabiskan waktu tanpa urusan sampai pukul 19.00

saat itu, hari sudah separuh tua. masih ada waktu 4 jam sebelum penerbangan kembali ke jakarta.

mirota. kepala monyet terbuat dari kelapa. kabut asap dupa wangi aromaterapi. beringharjo. hem-hem batik. celana santai. rayuan mbak-mbak penjual batik di jam-jam menjelang kukut. tumpukan sayur- kangkung, daun pepaya- hijau dan semangkok besar bumbu kacang. tahu bacem. kecoklatan. ke-lalat-an.

tapi saya lebih suka rujak. di depan benteng, dimakan pelan-pelan, dipedasi sambal. sambil menetapkan janji.
saya janji, janji jauh ke dalam hati, nggak akan pergi-pergi tanpa kamera lagi. janji.

lalu seorang jepang datang. namanya kenichi - ia mengingatkan saya pada anggota goggle V, yaitu goggle red: akama kenichi-

ia ragu-ragu menatap saya. mengajak tersenyum lalu duduk di dekat saya. di sebuah bangku semen, setengah lingkaran yang cukup untuk bertujuh jika saya tak menyelonjorkan kaki. -bangku lain sudah dikapling banyak pasangan-

kami tak banyak berbincang. saya khusyuk melihat langit yang berangsur kuning.
ia serius mengamati peta kota di tangannya. tak lama, pacarnya datang. ia tersenyum ramah kepada saya. ia tersenyum hangat pada kenichi. tangannya mengulurkan pincuk koran berisi sate ayam. -tentu saja pada kenichi-

lantas mereka makan dengan lahap. seperti burisrawa yang menjadi kambing hitam saat saya susah disuruh pulang karena asik bermain. -katanya ia makan anak-anak kecil saat sore begitu kuning-

lalu lalang orang. berjalan. berkendaraan. saya juga tak tergesa ke bandara meski nanti cuma mengandalkan mobil angkutan menuju ambarawa.

santai saja. ini senja. tak akan lama.


rujak: Rp 4000 teh botol : Rp 2000 hem batik: Rp 20 ribu celana panjang leyeh-leyeh: Rp 10 ribu

bis jalur 4 sampai sgm- jalur 7 ke Janti - kol ambarawa ke bandara: @Rp 2000

November 1, 2006

doh!

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:36 am

sisa empat hari, mau buat kemana ya… pokhara -kathmandu in 4 days.. ya emang gak cukup. tapi kan lumayan udah deket gitu.

atau udaipur-jodhpur in 4 days? rajasthan kan cantik. udaipur itu kan venice nya india. halaah…

aduuuhh…. kenapa sih nggak nyisa 7 hari? apa cuti lagi? tapi kan dollarnya juga butuh makin banyak. :P

doh!!

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King