no need to race about : I cannot always choose my battlefield

December 31, 2006

miss my bro..

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:04 pm

gambar ini punya adek saya. dimas. bungsu. laki-laki satu-satunya. dia yang bikin saya bingung, darimana dia bisa jago ngegambar? ortu saya gak bisa gambar. kakak saya juga. saya? hualah.. bikin kelopak bunga atau daun dengan simetris aja, udah bikin saya seneng dan ngerasa punya bakat seni dan rasa artistik yang tinggi.. halllah..!!

gambar itu saya ambil diam-diam dari friendsternya. dan baru baca juga blog nya.. hihihi.. aneh.. kan bisa aja saya telpon dia.. cuma … neropong hidup dia dari dunia maya rasanya lebih asik. hehe.. padahal baru tiga hari lalu dia ngerecokin saya dengan smsnya. tiap dia sms.. dia pasti nanya. apa aja. kadang-kadang saya jawab, kadang2 saya cuekin. yang kemarin, termasuk yang saya cuekin. biasanya, dia bakal sms mama dan ngadu… mbak ica itu udah gak sayang ama adeknya…

hihi.. hiks hiks banget seeehhh!!

but.. he’s rock! dari kecil, kami memang bersaing. tanpa terasa.

dimas lebih cepet jago main nline skate, ketimbang saya. sementara saya mesti gubrak gubruk dulu.

dia udah jago nyetir begitu lulus sd dan ikutan belajar ama kakak-kakaknya yang udah pada sma, yang masih tertatih-tatih maju mundur nyesuain dimensi ruang.

dia bikin saya iri luar biasa, karena ibu saya punya rentang sabar yang luaaaar biasa buat dia. sementara saya lebih cepat membuatnya naik pitam untuk tipikal kesalahan yang sama.

dan dia, lebih bisa mengambil hati ortu saya. terutama mama. dia mampu sekadar sms, aku kangeeeeennn banget sama mama.. trus kalo udah gitu, mama jadi gak doyan makan. cuma perkara goreng perkedel aja, inget dimas. hehehe….

tapi saya juga tau… ternyata dia ngiri sama saya untuk beberapa hal. hahaha… ada satu yang membuat dia tak pantang menyerah untuk mencoba tiga kali, even tiap tahun saya selalu bilang sama dia. ..thats not as good as looks like..believe me..maybe its just good for me.. hehehe…

but anyway.. i miss him. and i love the way he draws that picture. with that red and black… getir. ngilu. .. hm… perfect end of the year… iya.. getir plus ngilu untuk tahun ini… but still, proficiat to my self, (sapa lagi yang ngasih selamat kalo gak diri sendiri dan majalah TIME? hehehe) karena masih bisa pelan-pelan jalan, bikin move dan milih pintu darurat sementara yang tidak terlalu menjerumuskan ke keblangsakan yang lain…

ok new year… shoot me!!!

December 25, 2006

last week to new year

Filed under: cacatan - Administrator @ 1:29 pm
229961cec5c9022f45d5b20634a703f2

i like a plan. i like to organize everything, also calculate and estimate, also prepare a second, even third plan if it didn’t work.

but.. i do have a problem for doing my plan. haha.. typical of me. maybe because, im not patient.

one of my friends ask me to come in her new year’s eve party. well, actually, thats not really a party. it just a meeting .. with 7-8 person each group, (its around 3-4 gorup) and tell each other how life treat us this year, or vice versa. ;)

technically, we look back ot our note on last new year’s eve and seeing hows that list coming true this year. my report ussualy not too god, 40 - 50% masa-masa perenungan itu gak seserius kesannya, loh. kami bercanda-canda, saling nyela, dan bikin daftar baru.

tapi tahun ini, saya bilang saya gak akan datang. karena saya gak mau ganti list tahun kemaren. saya juga gak bikin poin yang bener-bener baru dari tahun kemarin.

karena kemudian saya nyadar akan satu hal. biasanya, ketika ada yang tidak berjalan baik, maka saya buru-butu ganti haluan. -im not patient type of person, rite?- padahal bisa jadi itu cuma butuh waktu lebih lama buat bener-bener kejadian. ada beberapa point, yang gak pernah saya rubah dari tahun-ke tahunnya, sepertinya akan semakin mudah untuk didekati. mungkin tidak pada 2007 besok. mungkin tahun berikutnya. nggak apa-apa.. saya bakal belajar sabar.

selalu ada hal yang bisa dilakukan sebelum kesempatan tiba. jadi siap-siap aja.

and yup… keberuntungan ialah dimana kesiapan bertemu kesempatan.

i believe that.

happy new year everyone!!!! :)

free e card from www.e-cards.com

December 23, 2006

selamat hari ibu

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:44 am

seriously… apa sih yang bisa diselamatin, kalau untuk menjadi ibu saja, belum jadi pilihan melainkan pengharapan a.k.a tuntutan?

bisa hamil, lantas melahirkan, betul sebuah kodrat. tapi ingin hamil, ingin punya anak, ingin jadi ibu rumahtangga, ingin jadi ibu bekerja, jelas sebuah pilihan.

apa menyelamati karena sudah berkorban lahir batin? seperti yang kerap nongol sebagai iklan hari ibu di sctv, diliatin perempuan yang ngepel, yang masak, nyuci, trus dia bilang, berat ya jadi ibu.

oh, terus gitu. berat lalu diselamatin hari ibu, trus kelar? apa itu gak sama aja, seperti pelabelan pahlawan tanpa tada jasa untuk para guru (jadi gak apa-apa dibayar murah) ?

ah sudahlah. saya tak mengucapkan selamat hari ibu pada ibu saya. karena saya tak pernah memperlakukan ibu sebagai pembantu.

December 22, 2006

dont ever underestimate kids!

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:58 pm

almost these 4-5 month, i work with a lot of kids. 20 kids each elementary school, which around 19 school till last week. they did audition to become a kid reporter. the selection are: speech in public and interview. from the speech in public, we know about the courage, self esteem, and the way they interactive with people, also the substansi of the speech. on interview session, we know that are they really want to be a reporter, or just a smart kid get selected by their teacher, we know the originality of the speech and we know how they construct the question also we know how they critisize something. they are free to speak up. anything.

sesi wawancara biasanya berlangsung santai. mereka bisa cerita apa yang membuat kesal dan bertengkar dengan saudaranya, hal yang sedang trend bagi anak-anak, apa yang penting bagi anak-anak, cita-cita mereka, apa yang mereka pikirkan agar jakarta tak lagi macet, keeksalan mereka saat orangtua sulit ditemui, ketakutan mereka jika listrik padam hingga gelap gulita, ataupun ketakutan mereka saat terjebak di jalanan macet sementara demo berlangsung . ada yang mengaku berani mewancarai anak jalanan, ada yang mengaku takut dan menggeleng kuat-kuat. ada yang berniat menjadi presenter, ada yang langganan juara bermain piano, hingga anak yang gemar bola dan cuma kepingin ikut audisi agar tidak perlu mengikuti pelajaran IPA.

sometimes, i got surprised. they are so original. freshly open minded. sometimes, i got shocked. believe me, sekolah-sekolah mahal yang katanya mengadopsi kurikulum luar itu, gak banyak kok yang sukses. anak-anaknya tetep seperti beo yang dikurung. niru, dan sibuk dengan pencitraan mana yang baik dan mana yang tidak. and sorry to say, they REALLY have a problem to comunicate their idea. cici lintang lebih sadis kasih komentar…”anak-anaknya autis semua. “

well, dari sekian sekolah yang gak semuanya membebaskan anak-anak berekspresi, kami berhasil menerbitkan sejumlah pendapat mereka. nationally published. mereka beropini atas banyak hal. mulai dari lumpur lapindo, smack down, kebakaran hutan hingga poligami.

biasanya tak ada komentar keras. namun minggu ini rupanya berbeda. salah satu pendapat anak, -dia menulis tentang poligami- mendapat reaksi keras, bahkan dari dalam tubuh redaksi. and i started to think, kenapa saat mereka beropini tentang korupsi, atau lumpur lapindo, dianggap hebat dan punya kepekaan. tapi kenapa pendapat tentang poligami dianggap kebablasan dan tidak sepatutnya. apa parameternya?

cici lin jadi harus menjelaskan berkali-kali, topik itu bukan permintaan kami. karena pada nyatanya, kami memang membebaskan apapun pendapat mereka. seperti juga yang sudah-sudah. dan pada sesi wawancara, asen, nama anak itu, memang paham betul dengan apa yang dikemukakannya. ia bicara datar, tentang orang katolik yang dilarang poligami, dan lelaki muslim yang boleh beristri lebih dari satu. datar saja. tanpa prasangka. tanpa tuduhan. sungguh, tanpa lonjakan emosi berlebih. seperti ia bercerita tentang hobinya main playstation. ia mengaku pada saya, ingin menjadi pengacara.

tapi sepertinya, para manusia dewasa yang kaya pengalaman dan (katanya) menjunjung keberagaman kebakaran jenggot sesaat. tulisan poligami dianggap tidak logis jika keluar dari mulut anak-anak. “ya kalo mereka ngomongin alam.. ngomongin televisi itu masih mungkin,”

shit! kenapa pembatasan salah kamar begitu masih dipegang? kenapa cuma masalah “remeh” yang dianggap logis keluar dari mulut anak-anak. saya jadi ingat pengalaman 25 tahun silam. when i was child, i have this experience. kelas nol kecil, waktu ke dokter gigi, aku ditanya “sudah bisa apa?” aku bilang bisa baca. bisa hitung juga dokter.. “wah bacanya a, b gitu ya” aku diam. karena saat itu aku sudah bisa membaca nama koran kompas tanpa mengeja. bisa membaca cerita seri kelinci tentang semut dan kura-kura tanpa peduli pada gambarnya. tapi aku memilih diam. “kalau angka, sudah hapal juga? ” aku mengangguk. “sampai berapa? sampai 10?” padahal, sumpah.. saat itu aku rasa aku bisa menyebutkan angka dari 1 sampai satu trilyun. apa susahnya mengurutkan nama angka yang berulang? tapi demi tak dianggap aneh, aku jawab, ya dokter,sampai sepuluh.

ok, sepele keliatannya ya. tapi sekarang aku sadar, bentuk ketidakpercayaan diri untuk berbeda dengan awam sudah dimulai di titik itu. dan pengalaman itu, membuatku benci ke dokter gigi. sampai sekarang.

dan sekarang, 25 tahun kemudian, apa yang ada di kepala dokter itu, manusia terdidik dan pintar, kembali terulang. pada mereka yang katanya (ingin) dianggap sebagai kaum intelektual. jurnalis senior gitu loohhhh…

namun yang tertangkap olehku ialah cuma bentuk ketaksiapan menghadapi kenyataan, anak-anak sekarang jauh lebih kritis dibanding generasinya yang masih gagap internet. run old boys.. run!!! can’t u? ooh.. poor u.. semalam aku cuma komentar pendek. mungkin dianggap sebagai kekurangajaran. “emang gak banyak sekolah bagus yang bikin anak-anak bebas berani berpikir dan berpendapat sih…..” mungkin, satud ari mereka, ada juga yang ngebatin “maksud looo??? gue gak sekolahin anak gue di sekolah yang bener? ”

ya sorry to say, apa mereka benar-benar kenal anak mereka? berapa jam ketemuan? kalo emang anak-anak mereka itu di level “standar”, trus apa ya merasa aman dan benar sebagai orangtua?

hehehe… yang ini memang my prejudice for that old boys generation. but the point is.. never underestimate kids. please learn to hear them.

December 21, 2006

person of the year

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:05 pm

barusan nonton aa jim, lengkap dengan parodi nya sebagai dai berpoligami. kocak banget….

ya emang gitu sih ya.. kalo omongan yang jauh menembus langit harus terpaksa jatuh bebas ke tanah, jadinya, si pelaku emang cuma jadi bahan guyonan. bahan ketawaan.

cuma satu yang saya sesalkan dari pengakuan dai itu beberapa minggu lalu. kenapa sulit sekali berbicara ” ya, saya memang jatuh cinta lagi. dan Islam memungkinkan poligami, ” intsead of “ini kan bisa menjadi potensi dakwah” jelas dia perlu riset dan mengembangkan manajemen syahwat, tak cukup manajemen kalbu.

bulan terkahir ini, menjelang pergantian tahun, tokoh hall of fame one weeknya emang dinamis ya. setelah era maria eva yang paralel hebohnya bareng aa gym, kini layar televisi lebih kerap dihiasi berita alda.

sepanjang tahun, beragam tokoh mulai dari Ahmadi Nejad hingga suster apung, suster rabi’ah , dalam beragam peristiwa mulai dari bencana alam hingga video biru yahya-maria . mana yang pantas jadi person of this year?

well, TIME punya person of this year nya sendiri. yup. you.. you.. and you.. also me, yang udah nge blog, up load video di youtube, n lain-lain yang ada hubungannya dengan internet content. aku sempat lihat berita ini beberapa waktu lalu lewat liputan enam malam, dan tenyata Nari juga udah sempet nge posting hal ini.

so, congratulation for all of us. choosen as Time person of the year 2006.

enjoying the U.S Embassy Jakarta

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:34 pm

apa yang tertangkap dari prosedur berbelit memasuki kantor kedutaan dari sebuah negara adikuasa ialah: arogansi berbungkus paranoia.

ribet banget. padahal yang tamu siapa, yang punya negeri, siapa. eksekutornya, ya kulit-kulit melayu juga. para guard di depan gedung putih bertembok tinggi itu, ya penduduk perumahan padat juga. yang kadang-kadang pusing juga kalo pas gak punya duit saat anak-anaknya sakit atau belum bayar sekolah. jadi mereka bekerja keras. untuk mendapatkan upah. dan sedikit motivasi untuk menunjukkan kualitas servis melayu kepada tuan-tuan dari amerika.

namun, di dalam area kedutaan, ialah kehangatan dan kenyamanan fasilitas nomor satu. kami disambut hangat dan ramah. bahkan “orang-orang dalem” itu sendiri yang berkali-kali meminta maaf atas ketaknyamanan di luar area. kalo kebetulan punya kenalan yang kerja disana, silahkan menikmati menu luch di kafetaria mereka. kalo gak punya kenalan, n cuma dateng untuk urusan wawncara visa, ya sori aja, silahkan tahan laper.

ya, kemarin, kami: saya bersama sejumlah teman dan dua dosen, (satu diantara ya mrs american wannabe lah. mana mau dia melewatkan waktu dan kesempatan terkagum-kagum oleh kebesaran US even cuma di emabassy nya ;p). kami datang ke sana semata urusan akademis a.k.a setor muka ama staf atase kebudayaan dan pendidikan, untuk selanjutnya menikmati fasilitas IRC - information resource centre- dengan bebas. untuk saya pribadi, sekalian bisik-bisik cari info jalan kesana, gratis dan lama. hehehe…ya, apalagi gitu loohh?

well, yang disebut IRC ya library gitu. baru aja direnovasi, nyaman plus terang benderang. secara fisik, bukan perpustakaan besar. cuma 1500 buku. dari pengamatan sekilas, bukunya baru-baru. keluaran setelah 90-an, dan kebanyakan sosial issue. hal-hal baru seperti terorisme, ataupun pluralisme, punya porsi cukup besar. termasuk juga pop culture. tapi jangan nyari fiction dan literature jaman jebot, gak bakal nemu. kalo yang itu sih, nyari di perpustakaan program studi gue aja di salemba: spesialis buku-buku lama. hahaha..

mereka berlangganan sekitar 30 majalah, juga menyediakan sekita 3000 judul buku dalam format e-book yang hanya bisa di akses di perpustakaan itu.

hum… jadi keingetan jaman kuliah dulu. kami, anak-anak lab yang sering nginep di lab, selain doyan main CS juga doyan nge download e-book dari virginia ataupun MIT library yang periode itu baru mengawali storage format electronic untuk buku-buku. setelah “nyuri” bergiga dokumen, kami simpan di server kampus dan bisa diakses untuk siapapun, dari lingkungan intranet kampus. (sepertinya saat ini saya berpikir akan melakukan hal yang sama. tapi pake server siapa ya… tring..tring… hehe.. ah, saya gak berniat bikin jebol server kantor yang emang sangat terbatas itu koks… )

well, gak cuma e-book. anak-anak elektro terlebih dulu mengerjakan hal semacam itu untuk film dan mp3. mereka punya server sendiri untuk bergiga film dan mp3. selain gemar ber kurusetra, hal yang menjadi favorit kami ialah nonton film streaming dari server elektro. mulai dari hollywood movie sampai film indie. kami menolak microsoft sudah sejak lama. tak ada layar windows di lab kampus-kecuali untuk para staf administrasi yang relatif tergagap-gagap ketimbang mahasiswanya. karena memang linux lebih populer. aduh… masa muda yang indah oi… saat dunia begitu berwarna, begitu dinamis dan terbuka atas semua ketidaksepakatan. hm…
jaman saya kuliah aja udah sering kedengeran komentar kalo ITB melempem. kurang aktivitas kemahasiswaan. hehe.. harus diakui sih, masa saya kuliah ialah masa transisi dari stereotipe mahasiswa pergerakan menjadi mahasiswa yang hedon. setelah pergerakan mahasiswa 97-98 bertransisi menjadi gerakan sosial, aktivitas mahasiswa dalam kampus setelah tahun itu cenderung slow down dan adem ayem. namun, aplikasi penolakan seperti misalnya menolak menggunakan properti microsoft, berkembang menjadi sebuah pernyatan sikap. gak tau deh, ITB sekarang berkembang seperti apa. but when i was there, it’s my best life ever. main-main tapi colourfull.

well, back to that tiny lib in US embassy. mereka ngasih fasilitas internet gratis, bebas. fotocopy satu buku juga silahkan. hehe.. yang ini sih, kantor gue jauh lebih juara. di kampus sendiri, kalo internet aja sih gak kurang-kurang. hot spot gratis dimana-mana. tinggal duduk ngegelesor, bisa minum kopi dan ngadem, surfing deh…

semua itu, bisa didapat tanpa ngantri panas-panas plus melewati serangkaian prosedural njlimet dan merendahkan. hehehehe….

mrs american wannabe

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:34 pm

even i think that being carrie, -who writing once a week for a lousy colomn in gossip tabloid and still afford to buy manolo blahnik- is pretty cool, i never think that the U.S is everything. i get sick with people who so american wannabe. and one of that people is my lecturer.

i dont know whats on her mind. she keep saying that ..negara itu luar biasa. luar biasa. sangat religius. sangat concern dengan lingkungan. kamu harus cari apa yang menjadikan ide ttg wildernes keep on their mind, padahal mereka sangat maju. kita, punya hutan aja habis.

well, bener emang hutan kita makin rontok. tapi comparing thing dengan parameter berantakan, tentu saja gak fair. gak tahan diem, gue jadi asal nyerocos. cuma biar dia diem bentar.

they good in preservation in their country, coz they change the location to explore nature. freeport.. newmont… hellloooo????

dia diam sebentar. lalu dengan manuver cerdik membalikkan pada pertanyaan awal, mengapa orang amerika concern ama ide tentang alam yang alami namun terjinakkan (domesticated nature). plus menambahkan spirit mempelajari kebudayaan: melihat apa yang dikerjakan objek peneliti dalam konteks dirinya, termasuk menempatkan diri dalam perspektif yang sama dengan objek penelitian (verstehen metode).

lantas diskusi berlanjut kembali. kadang-kadang tergelincir dalam perbandingan gila dan penyembahan keterlaluan terhadap negara adikuasa itu. dan smakin mrs american wannabe nunjukin how great they are, aku juga semakin gemes buat nunjukin sisi suck nya. i just trying to enjoying and seeing the U.S it self. with the good and bad side also. so i dont let anybody to ruin it, including mrs american wannabe.

i still have a dream to write in a coloumn such as the new yorker (hahaha… mimpi boleh donggg), and seeing central park from my appartement window, though. hihihi… amin.

December 14, 2006

new experiment

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:44 pm

i try to put some review on repertoar.multiply.com and try put a my lil bit writing about the trip on girlontrip.blogspot.com. but, i dont know how my writing just dissapear. there are still some left, but i really loose a lot. pewwhhh….

December 13, 2006

menikmati macet

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:01 pm

jalanan macet luar biasa. well, itu biasa. ini kan jakarta. ruas jalan menuju pejompongan nyaris padat tak bercelah. saya memilih turun. bau asap. bis pengap. pengamen kecil menyanyikan sebuah lagu dengan artikulasi tak jelas. sudahlah, lebih baik saya turun. menyusuri pedestrian sempit sekitar shangri-la.

hm.. mungkin bagus juga kalau mampir sebentar. tidak untuk menyambangi siapa-siapa. hari rabu, orang-orang yang saya kenal disana juga sedang off. scotty wright juga baru perform besok, 14 des, 7 pm. saya cuma ingin membaca. di lobi penuh sofa.

ada tiga buku di backpack. :- the divine market, buat kuliah, yang membuat mata lelah karena teks fotokopian. - sepertinya bukan pilihan pas.

:- kerajaan bima dalam sastra dan sejarah - hm, kayaknya bukan juga.

:- ada seseorang di kepalaku…yang bukan aku by akmal nasery basral . kumpulan cerpen. - sepertinya ini boleh juga. masih plastikan. hasil nge grab buru-buru di kinokuniya.

:- interpreter of maladies {penerjemah luka} by jumpha lahiri. kumpulan cerpen. well, sejak ke india aku emang rada naruh perhatian lebih besar sama teks berlatar belakang negeri kaya warna itu. masih plastikan juga, belinya bareng bukunya anb.

mbak pembuka pintu tesenyum ramah. tentu saja karena untuk itu ia dibayar. ia harus tersenyum ramah terhadap semua tamu. termasuk tamu yang cuma berniat membaca di sofa lobi seperti saya.

sofa yang tebal, seperti roti sobek yang hangat dan empuk. disana, cuma ada satu lelaki berambut pirang, berkulit kemerahan, bertubuh besar dan gempal. dia sedang online. memanfaatkan hotspot gratisan. ia tertawa-tawa tanpa suara. chatting di ym, tenyata.

saya memilih sofa dua dudukan yang super lebar. memilih bersandar. memilih buku mas akmal. (wah.. sok kenal banget panggil2 mas.. ;p ) nyaris tak ada gangguan. kecuali cetak cetok hak sepatu yang tinggi dan tebal. pemakainya, mbak-mbak bertubuh sintal, dengan t-shirt ketat. lengannya panjang, tapi kausnya sendiri tak cukup sampai pusar. hipster dikenakannya dalam keterpaksaan. (sebaiknya ia pilih satu nomor lebih besar, atau menguruskan badan setidaknya tiga kilo setengah)

usai membaca satu buku, niatan kembali pulang melalui sudirman jadi tantangan. mampir ex, nengok jiffest. ada barisan antrian yang mengular untuk sebuah film gratisan. anak-anak kuliahan. t-shirt, jeans. topi. rambut kriwil ala vokalis nidji. duduk bersila. sementara tiket untuk film2 yang gak gratis, udah habis. ya sudahlah. aku juga tak terlampau ingin memaksakan diri. kebanyakan film itu sudah terkategori dalam box berlabel festival di penjaja dvd ambassador ataupun mangdu.

mampir sebentar ke mango. penasaran ama sweater hitam halus yang berkancing dan berpinggang tinggi. outlet mango, setiap aku kesana di malam hari, kok selalu ramai ya. selalu ada antrian enam tujuh orang, menenteng baju dan juga tas. warna2 gelap mendominasi. pengaruh fall/winter collection. coat hitam manis yang kerap terlihat di seral sex and the city. jaket pendek dengan bulu-bulu di leher. hehehe… dan sweater halus itu… manis bertindihan berdua. tapi melihat harganya, aku jadi berpikir ulang. niat menyerdahanakan kehidupan berarti termasuk menyederhanakan keinginan. sweater itu tak akan manis jika dipadu seragam biru yang mulai buluk. bagaimanapun tak akan manis. dan celakanya, justru seragam itu yang kupakai lima kali seminggu. nyaris seharian sampai gulita. ok. out. tapi dari bisik-bisik pramuniaga, mango sale minggu ini. halaahhh…. no way!

keluar dari PI, banyak orang memenuhi pelataran. melihat lampu-lampu mobil yang bergerak. melihat air mancur yang menari enggan. dulu, saat masih tinggal di dekat situ, aku senang duduk di pelataran pi. kadang-kadang berdua, kadang-kadang sendiri. kadang-kadang beli kopi mas ari, kadang-kadang ngobrol aja ama dia. tadi aku lihat, mas ari tak lagi ada. sudah lama ia tak jelas rimbanya. seingatku, lebaran lalu aku sudah tak bertemu. penguasa pelataran itu sudah berganti rupa. ada yang bertahan. laki-laki berkupluk yang menjual dvd di pelataran. ibu pengemis yang masih mengenakan jaket batik biru. dulu pernah kuberi jaket. tapi ia tak pernah memakainya. tanpa kutanya ia pernah bercerita, “saya jual di dekat bongkaran. cucu saya minta jajan, neng.” tadi ia melihatku. mata tuanya ragu-ragu. senyumnya baru merekah saat saya sapa. ” wah..sudah lama nggak pernah lihat. kemana saja,” beberapa orang memandang kami dengan aneh. mudah-mudahan saya tak sedang dianggap cucu tak tahu diri. seperti biasa ia berucap doa. biar lancar rejekinya. biar mudah jodohnya. dulu saat saya sering melewati jalan itu berdua mantan pacar, dia juga komat kamit berucap, biar cepet nikah dan bahagia. hahaha…

maka semalam pun saya cuma tertawa. kalau didoakan ya syukurlah. tapi mungkin saja, itu seperti sebuah hal yang rutin, seperti hal yang sudah seharusnya dikerjakan sebagai pengemis. (?) seperti mbak penjaga pintu shangri-la yang tersenyum ramah kepada saya yang ingin membaca buku di sofa.

salam dari Tuhan

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:02 am

{telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.

-QS. An -Nahl: 1 } 06.00

[ … slamat pagi tante….

my little neighbor, the three years old boy with big smile in his face] 07.00

{..I walked up Auburn Aveneu to the place where (Marthin Luther) King is burried. the tomb- a white marble sarcophagus with the simple inscription “FREE AT LAST” - stands in splendid solitude on a circular plinth of brick surrounded by water…..

The divine supermarket: shopping for God in America - ruthven malise } 08.00

{..harimu adalah hari ini..

La Tahzan, Dr ‘Aidh al-Qarni ] 09.00

[… everybody needs a change, a chance to check out the new, you’re the only one who see , the changes you take yourself through

dont you worry bout a thing dont you worry bout a thing (sweet baby)

incognito: kedengeran gak sengaja dari mobil lewat. jendelanya terbuka lebar, dan pengemudinya, entah siapa, tersenyum ramah] 10.00

kadang-kadang, suka ngerasa ajaib sendiri ya dengan cara alam raya menyapa. dengan cara Tuhan bicara “well, surely you will be fine. I know what the best for you…”

lantas, 30 menit untuk tugas baca kuliah nanti sore. 10 menit berbincang dengan cici agnes di telepon. 5 menit berbincang dengan mama.. juga lewat telepon. suara ibuku itu, yang tergesa-gesa karena harus berangkat takziah, sedikit surprised. ya, aku, anaknya, memang jarang sekali -atau gak pernah ya- nelpon pagi-pagi. dia bilang, semalam mimpi aku. ah.. ibu selalu merasakan apa yang dialami anaknya kali ya.. ? tapi kemudian suaranya kembali ceria. menceritakan ribetnya pindah rumah. menceritakan menantunya yang sedang di singapore. juga menceritakan papaku yang ulang tahun sendirian.

saat jeda, saat berganti giliran bercerita, saya cuma mampu bicara ” enggak apa-apa kok. aku baik-baik aja. bener.”

ya.. memang selalu seperti itu.

rasanya gak rela aja kalau nada cerianya berubah. hehehe… well, untuk semuanya itu, aku bersyukur. alhamdulillah. :)

December 12, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:42 pm

ada geledek tengah malam. lalu menghujan. deras. tapi esok langit akan kembali cerah. pasti. pasti.

produktif

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:25 pm

baru-baru ini, si poster boy ngeluarin novel barunya. aotar. aku belum baca banget-banget. tapi dah ngeliat cover novel itu berpindah dari satu meja ke meja lain.

i envy him. yup. untuk produktivitas, dia mampu membagi waktu antara liputan, kewajiban reporting dan nulis buku. hiyaaa…. harusnya sih aku juga bisa. tapi kenapa ya?

apa karena kebanyakan ngeblog hal-hil gak penting? huahuahua….

no debt…. when?

Filed under: cacatan - Administrator @ 5:52 pm

saya, termasuk yang paling males untuk mendaftarkan semua hutang. males untuk mengakui money habbit yang sangat buruk. males. males. males. saatnya bayar, ya bayar. sesederhana itu. pokoknya saya ogah mikiri banget. bisa stress. lagian, nggak mungkin juga kan ngarepin larry stewart, si secret santa ngedatengin saya dan ngebagi US$100 tiba-tiba. hehehe…. dan kebetulan, mungkin juga saya tipikal yang lucky. pas butuh bayar, pas ada uang. kadang-kadang juga gak ada sih, tapi disaat-saat terakhir, biasanya ada jalan. dengan money habbit seburuk itu, saya gak berani punya kartu kredit. sedikit sadar diri lah ceritanya.

then i meet personal financial planner. ngomong ama ibu satu itu, bener-bener kayak menyediakan muka untuk ditampar. tapi saya pikir, gak apa-apa lah ditampar sekarang. daripada pas tua ketampar beneran! hehehe…

di awal sesi, saya harus menceritakan semua riwayat keuangan saya. semua. termasuk semua hutang, dan semua piutang (yang sampai sekarang gak pernah saya tagih karena keburu gak enak) tangan saya sampai gemetar waktu nulis angka-angka nya. sebetulnya bukan karena boros atau apa. (saya cuma rada “kebablasan” kalo lagi liat sale buku, dvd bajakan atau jalan-jalan) jujur saja, hutang-hutang itu termasuk keteledoran bisnis masa lalu yang harus saya pikul sampai saat ini.

jumlahnya, ruarr biasa, buat saya. ibu itu juga cengengesan. tapi begitu saya jelaskan, ia lumayan terlihat empati. yang bikin dia cengengesan ialah, gemetar yan terlihat drai tangan dan raut wajah. penyakit orang awam, katanya.
“you must admit first, then you can pay it back”

ok, i admit that i have a debt. yeah.. sapa yang enggak sih?

ya..mungkin,nih…. barangkali para parasit lajang yang tidak punya kartu kredit dan tidak perlu membayar tagihan listrik dan air di rumah orangtuanya. but most of us, have a debt. (fiuhh… i hope, so im not that clumsy one..;p ) hhm.. mengakui daftar hutang, ternyata emang bener-bener bikin sakit perut.

selanjutnya, dengan dafatr panjang hutang, ibu itu bertanya, berapa penghasilan kamu sebulan.

eng ing eng…. does she really think that Indonesian journalist could afford their first house in one working year? hehehe…

well, then i wrote the true number. really true number.

trus dia nanya, so far, how much you pay ur debt?

nah yang ini, bolehlah saya rada pede karena telah menyelesaikan sekitar 65%.

she asked me again, how much you pay ur debt in month?

then, again ,.. i wrote the truth number.

whattt??????? asli loh dia kaget.

dengan menggeleng-gelengkan kepala, dia bilang : i never.. never allow my client to pay more than 30% of their monthly fee. you did too much, darling.. too much.”

lantas tangannya sikap menggambarkan sebuah skema. 30% bayar hutang. 50% daily need 10% tabungan buat liburan 10% investasi.

sret sret.. “ini hitungan maksimal”

mm… menarik. 10% investasi. hm.. 10% dari 10 juta, okey deh. 10%nya gaji saya, hm… buat jualan pisang goreng kali yaa… ;) berapa tuh yang bisa dijual? belum lagi kalo saya gemes pengen nyemil? hehe.. lets forget that idea. so lets think about new money sourcing. what can I do? what will I do?

hm… mikir…mikir!!!!

December 11, 2006

blessed online library

Filed under: cacatan, sourcing - Administrator @ 10:29 pm

after spending 18 hours (divide on 4 session in last two day) to surf in the internet, digging information, and rewrite, i attend to my class clumsily wet of the rain. exhausted and cold. but the lecturer’s words as his comment of my paper lightened me up. haha.. narsis boleh dong. especially for my work to write that paper in english, which maybe had seriously gramatical error. ;)

I bring the newest issue in to the forum, but makes some stupid mistake such as the way i write The U.S Global Sourcing -instead of Global Sourcing in The U.S. ;p well, its my first english paper for academic purpose. only write 30 pages has taking out a lot of my energy.

but, the good thing for that stupid mistake is my lecturer really convinced that i really made my paper by my own. besides, i dont have tremendous vocabulary, then i write on popular style intstead of scientific style. the other students, who write shopisticately only invite his prejudice. poor of them. ;) padahal, bukannya nggak mungkin kan ya.. bahasa inggris mereka emang bagus-bagus gitu loh. my lecturer seems traumatic with old student who passed his class by copy-paste paper, sourcing in the internet.

well, nowaday, no doubt that internet spread as huge online library. sometimes, you will get loose when you try to find any. google and yahoo are more like a nice uncle who will help anyone to get some information. even google has book library, a similar kind as guttenberg project.

some of journal, could get on some sites such as : proquest for some journal of Business, Medical, Psychology, Nursing, and Social Sceince

proquest for reference Asia

proquest for Literature : Learning

situs-situs diatas membutuhkan id dan password. fell free to ask me. its free as long as i get that accout which maintained until September 2008.

ebsco for health science, nursing & psychology)

sciencedirect for business management, Accounting)

American Chemical Society (ACS)

American Physical Society

American Journal On-line

Siam Journal On-line

Oxford Journal

e-book Sciences & Technology

e-book from US Marine Online

for my paper which its aim for examine how fast fashion influence the U.S apparel industry especially in california and new york as two major apparel manufacturing district, i dig a lot of information from newspaper like The New York Times, CNN money, The Economist, Forbes and BBC.

I also get fully help from industries site which offering many paper, journal, also an article about construction, enginering, entertainment and leisures , financial services, goverment, manufacturing, medical helathcare, and also retail. they will ask you to join first before enjoying the service for free. some article or journal may not appear because its removed from the origin, but most of journal appear nice in pdf or text format.

another search engine for paper are acces my library which offering tremendous variety of information that you need. you also have to join first for free. just simply put your mail address, your library name (just put anyname) and post code. then you can enjoy the service for free.

also you can try find article. its like a search engine for article which offering a huge variety document of news, magazine back issues and reference of all topic. When you find an article of your topic, findarticle also will show another related article. you can grab it all or print it separately.

December 10, 2006

i’m out

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:45 pm

life is more simple before you come.

-ough!!!! i wish i could- sigh.

something new

Filed under: review, movie - Administrator @ 5:56 pm

tadinya aku gak terlalu berharap banyak ama ni film, selain film yang lumayan enteng buat diliat di akhir minggu. i must admit that im too underestimate a movie with tag line: a romantic comedy with a whole lot of drama

well, for my personal opinion, something new is offering a new kind of romantic comedy with interesting perspective about racial attitude.

Awal film, ialah juga menjadi awal hari Kenya McQueen. (well, i love the way Kriss Turner choose the name: Kenya). Perempuan karir hebat yang berdomisili di LA, digambarkan sebagai pribadi yang selalu bisa mengontrol hidupnya. No doubt that she is a hard worker, also a persistence accountant. She work so hard -which she called as a black tax : black always work twice harder to prove that they have something- to stay on a game. and yup, surely she stay on a white world game as an ace accountant. Kenya also a picky one. She has a list. of everything. including a list about the man whom she get in to.

then, Kenya meet Brian (Simon Baker. mmhh!!!) on a blind date arranged by her friend, Leah. Well, he’s a lovely and warm architect landscape. technicly, ya tukang bikin taman. tapi di kencan buta pertama, mereka gak sempat saling kenal dan ngobrol lama. Kenya keburu ilfil ama tempat janjian mereka di starbucks dan ngerasa salah karena kencan ama white guy. Kenya’s brother, Nelson who always change his girl friend as much as he changes his underwear , said that Kenya has so deppresed and frustated then she have to date with a white guy. apalagi cowok kulit putih yang “cuma” tukang taman.

” I’m just a landscaper. I take hard earth and make things bloom.”

but sometimes love just comes. kencan buta mereka memang tak berkelanjutan. tapi pada sebuah pesta taman, Kenya ketemu Brian. (seems as a force of nature, gitu). Brian ialah orang dibalik taman cantik lokasi pesta tersebut, yang kemudian direkomendaskan sang tuan rumah untuk menata taman berantakan (karena gak pernah diurus sejak beli), di rumah Kenya.

then they meet. again. again. again. dan pada suatu saat, Brian ngajak Kenya hiking. Perempuan African American anak keluarga kaya dan terpandang itu, rupanya tidak terbiasa dengan kegiatan outdoor. Well, daftar komplainnya juga panjang sih. Dia paranoid berat ama laba-laba, and always complaining when they hike. Yang paling sok imut ialah ketidaksukaannya ama Max, anjing golden retriever kepunyaan Brian. (C’mon… golden retriever!!). alasannya: dia gak suka rambut anjing ngotorin rumahnya yang bernuansa beige ala suite nya Hyatt. Boring, formal, and so not homy like carrie’s appartment ;)

but, moment hiking itu mengubah “keteraturan” Kenya akan hidupnya. She fall in love. Well, both of them. Dalam nuansa hujan, di hutan. Scene ini, buat aku pribadi, menjadi scene paling nyebelin dan cemen. kalo ada pondok bambu seperti yang di film-film indonesia jama 70-80an, pasti dah kejadian tuh preamarital sex yang bikin ceweknya hamil instant.

tapi, maunya sutradara, Sanaa Hamri, emang kek gitu kali. then sperti bisa ditebak, kisah cinta mereka berkelanjutan. Kenya mulai berani tampil sesuai identitasnya- tidak lagi menutupi rambut kriwilnya yang segar nan seksi- , mulai nge cat rumah dengan warna-warna sesuai minatnya (bukan lagi selera nyokapnya), dan mulai sedikit nyantei ama hal-hal kecil yang biasanya bikin senyumnya mengerut. she really like her new life with bryan, but annoyed of what people thinking of.

prejudice yang dialami Kenya di dunia kerja - ketika salah satu klien nya merasa ia tak cukup kompeten hanya karena dia bukan perempuan kulit putih- juga dirasakan Bryan dalam dunia sosial Kenya. Bryan, cowok kulit putih yang tidak tergolong kaum sosialita LA, jelas bukan “siapa-siapa”. Kenya jadi terlihat so depressed, so frightened to classified as 42,3% african american woman who never get married. Bryan tergambar seperti last man yang bisa ia harapkan. Apalagi, dari seluruh daerah di bagian barat U.S, komunitas African American paling banyak tinggal di LA. Jumlahnya mencapai 25% dari seluruh African American di U.S.

prejudice antar ras, mewarnai scene demi scene hubungan mereka di mata orang lain. Tapi Bryan selalu tersenyum. And yup, Simon Baker’s smile. ;)

well, what i do love on simon baker is his smile. manly sweet. first time i saw him so intense in Book of Love (2004). He was acting as a loyal and lovable husband who got betrayed : his wife have an affair with his student. then i saw him in we Dont Live Here Anymore (2204). Then i saw him on Devil wears prada. As Christian, a famous and cute writer. Well Simon is so nice, but not too nice. he’s the one to fight for, to caught. he is a chalenge. but still nice. not too sweet like Matthew McConaughey, but still..sweet. manly sweet. ;)

back to movie: their relationship just didnt work. another man comes in to Kenya’s life. also African American. good carrier. high class.

i wont tell you what the end.. but a lil bit clue: it just like another hollywood movie’s moral story, love find a way. happy ending is a must. like one of quotes: At the end of the day it’s not about skin color or race. It’s about the love connection: the vibe between a man and a woman.

  • hehe..spoiler..spoiler-

nice movie. even its offering a new kind of racial perspective, but still.. its a comedy romantic which nice to be seen on your weekend, with or without your boyfriend. ;) so..dont expect too much on deeply digging about interacial relationship. its a weekend movie.

ketik C [spasi] D : Babel Review

Filed under: review, movie - Administrator @ 2:38 pm

capeeek deeeeeh!!

but, the good thing having a blog is you can write anything, satisfied and no need to feel loosing your blood for a while when it published wrongly and tasteless.

Babel. : If You Want to be Understood…Listen

(another version of this, has published. MI Sabtu 9/12-06. this review below is not the part of fight, only a need to publish on my way)

Babel, menurut kisah pada Genesis, bab 11 Bibel, ialah nama sebuah menara yang dibangun manusia untuk mencapai langit. Namun, mereka bekerja lebih keras untuk menara tersebut daripada berdoa kepada Tuhan. Karena pembangkangan itu, Tuhan menghentikan usaha mereka dengan cara mengelirukan bahasa antar tukang batu agar tak bisa berkomunikasi. Pembangunan menara berhenti karena mereka tak mengerti satu sama lain. Hingga kemudian, para tukang batu itu jatuh tersebar di tanah. Menara gagal terbangun, karena salah sangka. Dalam nuansa kekinian, sutradara Alejandro Gonzales Inarritu dan penulis skenario Guillermo Arriaga, fasih membahasakan segala prasangka dalam kisah mereka. Isu terorisme, yang membahana sejak tragedi 9/11 hingga prasangka klasik di perbatasan jalan masuk kaum Hispanik ke Amerika Serikat. Prasangka dunia barat atas dunia timur, diterjemahkan manusiawi dalam kecemasan sekelompok turis yang tengah berkunjung ke Maroko. Peluru nyasar buah keingintahuan bocah Maroko, yang melukai Susan (Cate Blanchett), mengemuka menjadi isu teroris yang serius. Maklum, turis paranoid yang bahkan tak berani mencampur coca cola kemasan kaleng nya dengan es batu itu memang pemegang paspor Amerika Serikat. Polisi lokal Maroko memburu pemilik senjata, dan melakukan intrograsi dengan kasar. Sejumlah adegan kekerasan muncul secara intens. Namun cukup jujur. Tak berlebihan, melainkan fakta.
Seiring kisah berjalan, senjata yang menjadi perkara itu ternyata pengait adegan di Tokyo. Seorang pemburu asal Jepang, yang meninggalkan senapan tersebut sebagai ucapan terimakasih kepada seorang warga Maroko, juga tak memiliki hidup yang sederhana. Dalam gegap gempita kehidupan urban Tokyo, ia menjalani kehidupan paska kematian sang istri yang bunuh diri, bersama Chieko, putri tunggalnya yang bisu tuli. Pada keheningan dunianya, Chieko berusaha menikmati gegap gempita lampu disko, tawa tak berbunyi teman-temannya di kawasan gaul Harajuku, sembari menyembuhkan luka kehilangan atas ibunya. Keterbatasan Chikeo untuk mengungkapkan perasaannya, juga kesulitan Chikeo menerima perlakuan orang lain, mengemuka dalam ekploitas birahi yang polos tanpa politik. Ia, anak muda Jepang yang cuek, namun juga rapuh. Tubuh polosnya meretak saat sang Ayah datang dan memeluknya erat di balkon apartemen mereka. Dan tangis yang tersimpan lama, meruah, seolah menjadi pertanda, mereka tak lagi keliru bahasa. Sebuah duka, terkadang memang menjadi jembatan kasih. Pasangan suami istri, Richard (Brad Pitt) dan Susan pun mengalami hal yang sama. Hubungan mereka yang sepi dan beku, efek dari kematian bayi mereka, kembali hangat ketika Susan yang tertembak, kesulitan buang air kecil. Kasih suami istri itu yang kembali terbahasakan, menguatkan penantian atas helikopter utusan kedutaan Amerika Serikat. Persahabatan pun tercipta antara Richard dan pemuda Maroko, guide tur yang menemani Richard menunggu bantuan, ketimbang mendapatkan uang dengan menemani rombongan turis yang meninggalkan Maroko penuh ketakutan. Pengertian yang tulus, yang memahami. Seperti pengertian dan kasih anak-anak pasangan Richard dan Susan kepada pengasuh Hispaniknya, Amelia (Adriana Bazzra).
Kekuatan kisah dan nuansa lugas film yang menjadi pembuka Jakarta Internasional Film Festival (Jiffest) 2006 ini, juga mendapatkan banyak perhatian dari dunia film internasional. Meski ada sedikit kejanggalan pada sebuah adegan saat Susan tertembak, namun Inarritu teliti memilin kisah seperti spiral. Film ini, secara struktur, senada dengan film 21 Grams ataupun Amores Perros. Kedua film tersebut memang buah karya terdahulu antara Inarritu dan Ariaga. Potongan-potongan kisah di dalamnya, serupa dengan kepingan puzzle sederhana yang ditata Nia Dinata untuk membangun Berbagi Suami. Hanya bedanya, alur penceritaan Babel seperti spiral yang bertemu di satu titik waktu, lalu berpisah, kemudian bersiborok kembali. Potongan-potongan adegan meloncat manis dari padang pasir Maroko, ke lingkungan nyaman California, Amerika Serikat, lantas menuju terangnya bilborad neon di Tokyo, menyeberang ke kemeriahan Meksiko hingga suasana mencekam penuh prasangka di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko. Celetohan pelakonnya, berpindah mengikuti geogarifis. Berucap bahasa Arab, Jepang, Inggris, Spanyol hingga bahasa isyarat. Bahkan saat Chieko tak mendengar apa-apa, penonton pun diajak mengalami hal yang sama. Empat kisah berbeda, dari lakon yang tak berbagi ruang dan waktu yang sama, memilin kesatuan menara cerita. Bahwa prasangka, mengundang kehancuran umat manusia. Persis seperti para tukang batu yang gagal membangun menara karena salah sangka bahasa. (sic)

===

Babel, saya tonton dalam suasana pre screening for journalist, which is: sepi dari peminat jiffest yang udah keburu ngabisin tiket film yang dipasang saat pembukan Jiffest ini. Im so happy to watch this movie with atta. but, still.. need some energy to enjoy this movie, especially with so much to do that day. namanya juga kuli.. hehe..

untunglah, filmnya sendiri tak mengecewakan. atta bilang ia gak suka jenis film kayak gini. tapi aku rasa dia rela-rela aja untuk sepotong wajah brad pitt yang muncul sesekali, kucel, penuh kerut, berdebu, sedih, kosong, tapi keliatan cintaaaaa banget ama istrinya, Susan (Cate Blanchett) aku sendiri, surprise ama pemeran chieko. ia gak punya dialog, la wong emang bisu. tapi gesturnya, cara dia menangis tumpah ruah, cara dia memandang gemerlap lampu disko, begitu intens dan memberi banyak ruang untuk diinterpretasikan oleh orang lain. well, anyway, its agreat movie anyway.

December 8, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:01 pm

akhirnya ada waktu benafas dan berpikir kembali,

pengaturan waktu yang tak rapi membuatku melanggar komitmen. tentu saja aku tak senang, meski mensyukuri sebentuk pengertian.

December 4, 2006

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:51 pm

Creep

When you were here before, couldn’t look you in the eye. You’re just like an angel, your skin makes me cry. You float like a feather, in a beautiful world I wish I was special, you’re so fucking special.

But I’m a creep, I’m a weirdo. What the hell am I doing here? I don’t belong here.

I don’t care if it hurts, I want to have control. I want a perfect body, I want a perfect soul. I want you to notice, when I’m not around. You’re so fucking special, I wish I was special.

But I’m a creep, I’m a weirdo. What the hell am I doing here?. I don’t belong here

She’s running out the door, she’s running, she run, run, run, run, run.

Whatever makes you happy, whatever you want. You’re so fucking special, I wish I was special,

but I’m a creep, I’m a weirdo. What the hell am I doing here? I don’t belong here, I don’t belong here.

malem malem, dengerin creep, gloomy banget.. ;)

December 3, 2006

long weekend

Filed under: cacatan - Administrator @ 4:50 pm

jumat liburan. sabtu libur. minggu libur.

whuaa… cukup banget buat ngerecharge energi buat mulai senin besok. dua paper tebel buat senin dan jumat. plus utang tulisan. plus utang presentasi buku.

tidur dua jam menjelang pukul empat tadi.. bener-bener bikin seger. karena esok akan ada malam-malam panjang minus tidur. akan ada hari-hari mulai tugas baru.. rasanya menikmati brad pitt di layar gede bisa jadi hadiah buat kepenatan minggu besok. asssikk…;)

-barusan ngobrol ama tukang panjat tebing. he plans to go to krabi on next March. aduh asik banget manjat di sepanjang tebing yang muterin pantai gitu… i envy him. tapi belajar manjat emang susah.. apalagi tebing. naik 300 meter aja udah berasa mau jatuh bebas. mana berat ngangkat badan.. and as ussual, i’m happy to send him a backpacker itinerary to go there. i guess i must start to think bussiness for this hobby. ;)

  • kamis kemarin, aku dateng ek acara launching buku. sebuah buku yang mengupas kehidupan sosialita jakarta dalam fiksi. penulisnya orang iklan, yang tentu saja paham dengan dunia pencitraan. jujur aja aku belum baca buku itu. tapi yang bakal aku catat di hati ialah perilaku penulisnya. ia tak sombong, tentu. jenis penulis ramah yang akan berkata ” ya, inilah yang saya bisa. silahkan menilai sesuka anda,” kebanyakan penulis kita memang begitu kan. bahkan untuk berbicara bagaimana proses kreatifnya, bagaimana ia menangani emosi saat berproses, memisahkan kehidupan nyata dan alam fantasinya, tak pernah gamblang di ceritakan. mungkin maksudnya biar low profile? tapi sebuah karya kan, apalagi menulis buku, apa iya sebuah ketaksengajaan aja?

seingat aku, sepanjang pertemuan dengan penulis era sekarang, hanya dee yang bisa bicara jelas tentant apa yang ia tulis, apa yang ia mau sampaikan dan apa yang harus dilewatinya. aku juga, mungkin tidak dalam kapasitas untuk mengkritisi seorang penulis. apalagi aku juga gak pernah ada di posisi itu - gile.. nulis buku jeq!- sehingga mungkin aku harus berusaha lebih keras untuk berempati. kalo nanti buku ku jadi, apa bisa menceritakan dengan gamblang apa yang menjadi pertanyaanku sekarang? for my self defense, kebanyakan dari kita kan pernah nulis skripsi. dulu saya mempertahankannya mati-matian di depan tiga prof penguji. pokoknya mati-matian mempersiapkan diri, bukan untuk menutup celah yang mungkin ada dengan teori keraguan dan paham “terserah anda” . mungkin karena beda kasus kali ya. skripsi ku dulu kan eksak. jelas dan bisa dibuktikan. tapi maksudku, mati-matian bergelut dalam waktu panjang buat ngehasilin sebuah karya, masa sih cuma “gitu” aja.

ditanya, “gimana porses kreatifnya?”

“ya prosesnya sih lancar. mbak. ”

hhecch? apa anda melihat sebuah relevansi jawaban dari pertanyaan how-mode on?

mudah-mudahan, kalo nanti.. kapan pun itu, aku bisa nulis juga, aku tidak akan berkata - “ya terserah bagaimana anda menilai dan memahami cerita saya. saya sih menulis, ya menulis saja. kalo lagi ngalir, ya nulis. kalo enggak ya udah, diterusin besok. sante-sante aja. semua ngalir kok”

ya. itu aja sih pe er nya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King