no need to race about : I cannot always choose my battlefield

September 30, 2007

selamat jalan kenji nagai

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:29 pm

jumat. my day off. wearing my red shirt, mengikuti serbuan pesan mengenakan baju merah sebagai bentuk simpati atas pergerakan teman-teman di burma. hem.. simbolisasi kosmetik. buat seru-seruan aja. karena simpati itu ada di hati dan otak.

malam, berita metro. ditayangkan gambar perkembangan terkahir di burma. kenji nagai, wartawan jepang, tewas. tubuhnya menjadi sasaran tembak jarak dekat tentara bersandal jepit dan bercelana komprang. nagai, wartawan televisi kantor berita jepang APF, tewas di tempat. semasa hidup, ia membuat orangtua cemas. nagai menjelajah dunia, sebagai wartawan. ortu saya juga mengalami kekhawatiran serupa. padahal ya ampun…. anaknya gak segitu segitu amat kaliiii…. :P

jaringan internet di rusak, namun para blogger dengan segala cara memungkinkan gambar kesewenangan junta myanmar terlihat di seluruh dunia. hidup blogger!!!!

well…selamat jalan, nagai. dia orang yang percaya, dunia bisa berubah karena kerja pers, sementara banyak orang sekeliling saya mulai apatis dan pindah kendaraan, tak lagi berjuang di jalan yang sama. juga, my salutation buat semua blogger yang memungkinkan informasi tak mudah ditutupi.

September 27, 2007

Filed under: cacatan - Administrator @ 10:20 pm

alhamdulillah gak jadi ilang… :)

aku sempat menitipkannya di jagat maya, ternyata.

hiks

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:55 pm

ternyata paling sedih tuh kalo keilangan foto ya. hiks.. momen jogja short escape, dengan sebuah bingkai langit biru parangtritis. aduh.. sempatkah aku menitipkannya di jagat maya?

September 26, 2007

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:29 pm

semua orang lelah. jangan mengeluh.

You had a bad day The camera don’t lie You’re coming back down and you really don’t mind You had a bad day You had a bad day

Well you need a blue sky holiday The point is they laugh at what you say And I don’t need no carryin’ on - Daniel Powter

September 25, 2007

take care ya..

Filed under: cacatan - Administrator @ 7:45 pm

satu teman, beranjak pergi. dia pamit dengan manis. meninggalkan sekerumunan pekerja berseragam biru.

take care, ya din. hopefully you’ll be find a great great happiness in a new place.

September 22, 2007

saatnya diam

Filed under: cacatan - Administrator @ 1:32 pm

saatnya diam, finally.

aku udah nggak peduli apa yang dipikirkan dan semua angapan. tidak akan ada pembelaan, tidak akan kusuarakan penjelasan. aku lelah. biar saja kalau dianggap menyerah.

kalau beruntung, suatu saat waktu akan membuktikan kalau ada kesalahan besar. iya, kamu salah besar. kalau tidak, ya aku anggap saja semua ini hukuman. puaskah, sekarang?

September 19, 2007

menjenguk friendster

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:45 pm

dulu aku ikutan friendster. aktif. punya temen baik-baik yang suka kasih testimoni setinggi langit meski tak melepaskan unsur ke degil an yang berlebihan. hehe.. kadang-kadang, kalo mbaca jadi kepikiran ..”emang gini ya yang dipikirin orang lain atas aku?”

tahun 2004, aku off. cancel keanggotaan. dibilang ingin menghilang, ya bisa juga. yang jelas, jadi menarik diri dari radar jangkauan kabar. sebetulnya enggak fair juga untuk yang lain. tapi sudahlah. itu kan pilihan. ada yang tersinggung. ada yang biasa aja. ya, sudah. sampai sekarang bertahan. aku gak publish di friendster.

tapi….. aku punya juga account friendster. gunanya buat liat-liat kalo lagi pengen tau kabar si a, kabar si b dan seterusnya. seperti melihat seseorang dari jarak yang aman, tanpa diketahui orang bersangkutan.

pun hari ini. enggak sengaja sebetulnya. tapi ya wes lah.. terlanjur. dan wuiih… waktu tuh emang enggak terasa larinya. tau-tau si ini dah punya anak dua, tau-tau si itu udah pindah ke singapura. tau-tau si c putus ama a, en pacaran ama bule. sementara mantannya dulu dah punya anak cewek yang lucu. gambaran keluarga kecil bahagia jelas terlihat. -ya iyalah.. mana ada sih yang mau majang foto-foto sendu-

fuih… lalu gue melihat geng cewek2 single. hahaha.. anggotanya makin menyusut. im happy to them. ya bagus too… seorang teman yang terkaget-kaget dengan kisah cinta teman kami lainnya, menelepon. campuran kaget dan happy. buntutnya nanya, “lo kok gak ikut friendster lagi sih?”

karena itu issue yang lama, cuma gue jawab, males aja. komentarnya, “kok gue masih seneng ya.. ya gue sih ngerasa hidup gue baik-baik aja. malah lebih baik dari dulu, jadi ya fine-fine aja.”

no offense, sih. tapi lantas muncul pertanyaan.. “apa hidup gue sekarang lebih berantakan dari dulu ya jadinya males narsis di friendster?” hehehe…

usai menyambangi friendster biasanya ada perasaan sendu.. tapi ah tiap orang punya masalahnya sendiri tooh. yang kawin ataupun enggak. beda level beda jenis. tapi tetep kan menangung bebannya masing-masing-

note for today-untuk di follow up-:

:o telah dibuka jaringan katolik liberal.

:o pikirin ide tesis yang kedua, tentang pemetaan itu. emang rada sulit, tapi untuk semangatnya, bayangkan sebuah nama di referensi pertama penelitian selanjutnya. it could be you. heheh.. nari memang benar.

:o lakukan akselerasi penyesuaian lebih cepat. kalo lo gak bisa jadi wartawan yang manis, ya udah. gak usah jadi manis. brand positioning gak mesti jadi angel.

:o politisi muda pkb itu menarik juga. hihihi

:o seringlah menelepon ayah dan ibu, juga adik dan kakak.

:o jangan membiasakan diri tergantung ama schaat. bukan karena butuh sebetulnya, toh semua karena manja biar punya alesan deket2. hahahaha…payah lu, ca.

September 16, 2007

getting sentimental over you

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:44 pm

yuhuuu.. sepi sepi sepi. rossi beratraksi. tapi kamu (meski berada di ruang yang jauh) yang kulihat sedang memelototi televisi. mana bisa kamu lewatkan gp?

di london dulu, saat menyusuri regent street hingga picadilly dan iri berat sama banyaknya pasangan berfrench kiss di senja hari, kamu juga yang teringat dan menimbulkan rasa nyeri.

jauh, dekat, terkadang absurd. saat jauh, imajinasi terbangun begitu dekat, terasa kamu begitu dekat, begitu bisa dipercaya atas rindu yang kamu punya. saat dekat, aih…realita kita betapa jauhnya. meski rasanya, cukup bahagia. Semua tampak mendekati sempurna kecuali waktu yang keliru menyambangi. for you its never enough to fight for.

hm.. berkali kali berniat melupakan juga tak pernah terealisasi. menjauh ialah pekerjaan berat. apalagi melupakan. lari sesaat ke halaman-halaman buku ataupun situs internet, cuma sekadar buying time. pengetahuan memang bertambah, aktivitas otak bisa membangun kepercayaan diri. tapi saat waktunya tiba akan meledak dan menyisakan keping. schaat bilang makanya jangan sampai cinta mati. ya iyalah, ia lelaki. pada dasarnya, cinta lelaki hanya hasrat birahi untuk reproduksi. tapi kalau punya sayang, mungkin bisa bertahan lama.. sampai mati.

makanya ia bilang, ia punya keinginan seorang perempuan dengan imajinasi dan obsesi yang tak liar sebagai istri. yang tak banyak bertanya dan mempertanyakan. yang bisa menyambut suami di rumah dan menawarkan pijitan ringan penawar lelah. yang patuh, yang bisa menyenangkan dan tak memberi masalah -beban pekerjaan sudah begitu berat-

kalau itu, dari dulu aku sudah percaya teori itu. beristri, cari perempuan yang patuh dan tunduk atas hegemoni kaum lelaki. yang tak neko neko. tapi untuk berselingkuh, silahkan pilih perempuan cerdas mandiri. oke buat sparring partner diskusi, paham kesetaraan hingga tak terlalu menghabiskan kocek untuk kencan gelap, dan tak ribut protes minta dikawinin. -gengsi- hahahaha… capee deeeeh…

fiuh.. from sentimental to cynical. -i just dont wanna miss u tonite-

links

Filed under: cacatan - Administrator @ 4:15 pm

International Religious Freedom Report 2007 for Indonesia

Indonesia’s 1969 Takeover of West Papua Not by “Free Choice”

kantor berita commonground

menulis atau memantau?

Filed under: cacatan - Administrator @ 3:47 pm

dua minggu lalu, bertemu mbak ana. wartawan harian nasional yang buesaar. dia melontarkan pertanyaan, tentang eksistensi. “Lo mikir nggak sih tentang kerjaan kita. ya gini ini. nulis, nulis, tapi ya udah. ya gini ini.. “

maksud pertanyaan sedikit berkeluh kesah itu ialah frustrasi yang kadang-kadang muncul dan bikin depresi karena ngerasa apa yang dikerjain, sebetulnya gak terlalu banyak bikin perubahan. fiuuuh…. beraaat… :P

waktu di lifestyle, sumpah mati isu eksistensi (yang sempat menjangkiti saat bertugas di desk metropolitan dulu), jarang mampir. adem ayem damai. pergulatannya ada di area bagaimana bisa lebih mengedukasi dan tampil shopisticated -gak bahas gosip dan berusaha gak terlalu mengarahkan pembaca jadi konsumtif-

keluh kesah mbak satu itu, ditanggapi beragam rupa. aku termasuk yang senyum-senyum pandir sembari mikir,.. siyal.. berasa lagi deh nih virus yang depresif. di negara demokrasi terbesar, Amerika Serikat, media massa diyakini menjadi pilar ke empat demokrasi. maka, sebagai orang yang percaya bahwa demokrasi ialah sistem terbaik bagi kehidupan bernegara (asal ada perlindungan untuk HAM), masuk akal dong kalo saya menganggap kerja wartawan itu kerja yang serius. kerja yang berkontribusi jauh. dan karenanya, punya konsekuensi serius. wuihhh… beraaat.

akhir bulan lalu, buku Wars Within karya Janet Steele diluncurkan. dua tahun lalu, saat saya sempat berguru padanya di pantau, ia masih bersibuk-sibuk mengerjakan projek itu. Ia menulis tentang majalah tempo. penelitiannya dilakukan selama enam tahun. dalam sebuah milis, mantan wartawan Tempo Martin Aleda menulis begini “dia menulisnya dengan empati, sementara orang lokal, terutama orang Tempo sendiri, belum sempat berpikir menuliskan riwayatnya sendiri yang begitu kaya dan sarat dengan ironi.”

kenapa tempo?

Janet jatuh cinta dengan dinamika di dalam redaksi. Melalui jatuh bangun Tempo ia menggambarkan industri pers Indonesia, dengan segala kompromi yang kemudian membungkamnya. menurut Martin, Janet tidak menyinggung “idealisme” Tempo yang begitu memikat pada mulanya.

awal beredar, laporan-laporan Tempo sering tidak ditemukan di koran atau media lain. Bahkan sempat jadi sumber berita bagi koran terpandang: Kompas, Sinar Harapan, The Straits Times Singapura, kantor berita AFP dan Reuters.

Namun, tulis Martin, melalui satu rapat di Wisma Tempo, Sirnagalih, dekat Puncak Pass, “bendera” kebanggaan itu diturunkan. Tak seperti biasa, GM membuka rapat dengan naskah di tangan. Intinya, perubahan orientasi, dari majalah yang dinanti-nanti karena beritanya eksklusif menjadi majalah yang “mengekor”. Beberapa wartawan menentang pembalikan haluan itu. Dengan segelintir oposisi dan floor yang mengamini GM, maka tumbanglah sudah “bendera” Tempo. Dia tinggal hanya sedikit lebih berharga dari rangkuman kliping koran.

kompromi, tentu bukan hanya terjadi di sana. dalam skema personal, kompromi terjadi di banyak hal. kompromi untuk sekadar menulis biasa-biasa aja, hingga kompromi indepedensi yang berbasis kebenaran.

nggak terima amplop ialah mekanisme mudah yang saya percaya tidak akan berujung masalah. aturan untuk itu, sudah saya pilih dengan tegas. gampang. mungkin kalau saya sangat yakin dengan indepedensi saya, pilihan itu tidak menjadi prioritas. wallahualam. waktu masih di lifestyle, saya emang nyaman-nyaman aja terima goodie bag. apalagi kalo emang berhubungan dengan produk. (walau Aliansi Jurnalis Independen menyatakan tidak pada souvenir ) pertimbangannya, less conflict of interest, dan gak pake uang rakyat. pendanaan goodie bag kan dari company bersangkutan ya.. bukan apbn atau apbd gitchuu… :P

yang kedua ialah kedekatan dengan narasumber. kedekatan macam apa yang cukup aman tapi santun? gimana mengelola kedekatan tanpa menjadi corong narsum yang bersangkutan? seorang teman di desk ekonomi mengaku, ia memohon ijin untuk menulis berita berkaitan dengan narsum yang sudah seperti abang sendiri” meski si “abang” tidak keberatan dan akhirnya berita miring itu turun, kenapa mesti ada mekanisme minta ijin? bukankan sudah ada mekanisme konfirmasi?

memang, tidak sedikit narsum yang kemudian menjadi teman. saya punya beberapa di lingkup lifestyle. tidak terlalu menimbulkan konflik kepentingan, mungkin karena area itu kan tergolong “ecek ecek” di sebuah harian nasional. -beda cerita kalo emang majalah lifestyle- kedekatan itu paling berupa makan bersama di hari ultah, atau akses informasi yang duluan. ya jangan sampai deh jadi daftar debitor saat diperlukan. hehehehe.

yang ketiga, dan paling sering terjadi sehari-hari ialah kompromi dengan keterbatasan. aduh.. saya masih begini nih. masih susah aplikasi meski ada niat di hati. keterbatasan nara sumber, keterbatasan waktu, keterbatasan pulsa telepon, (hehehe) akhirnya berujung pada kompromi sebuah berita yang pas pasan. tidak menulis, tapi memantau berita. ugh…rada nyesek. masa cuma itu yang bisa dilakukan?? apalagi kalo disuruh bikin berita follow up, eh njelalah dapet pendapat berbasis curhat. aduh.. mati gaya deh. apalagi kalo harus tanya orang-orang DPR. la wong mereka kan emang jual kata-kata. kalo cuma sekedar pendapat, oo..si itu gak mentingin kepentingan rakyat, o.. si ini gak peka ama kebutuhan rakyat.. halaaah.. gue juga bisa. hihi..

maksudnya gini loh, kalo lantas pendapat itu jadi pembuka sebuah wacana akademis dan teori baru, ya oke lah. tapi kalo sampe selesai wwcr isinya cuma curhat “kami mengedepankan kepentingan rakyat” aduh, tape deeee…

nah, ketidakahlian memilih narsum itu yang bisa nganter sebuah berita pas-pasan. memantau pendapat orang yang bisa berubah pagi dan sore. politikus sapu jagat, kata schaat. semua yang ditanyain bisa dikomentarin. bombastis dan bisa dijual jadi headline.

bergubung masih bego di desk ini, ya mudah-mudahan gak jadi kompromis tulen. jadi emang harus lebih kerja keras buat nyesuain ritme dan mempercepat terbukanya akses yang lebar. -jadi bisa memilih narsum sesuai kapasitas, bukan karena paling gampang dihubungin di hari minggu :P -

posting martin aleida tentang wars within

btw….. gleg. narsum yang kuhubungi ama sama narsum yang dipake temen seperjuangan. damn. kok bisa ya. dia masukin berita jam 12.46 aku nulis jam 2an meski wwcr jam 11an. duh.. begonya akyuuu…..gini nih kalo jadi wartawan telpon yang miskoordinasi. hahaha.. ca..ca.. payah lu

September 14, 2007

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:22 pm

enaknya buka puasa di kantor ialah, begitu banyak makanan yang bisa dipalak. euphoria buka puasa hari-hari perdana terlihat dari beragam pilihan. hehehe.. coba saja dekati para suami yang disayangi bininya masing-masing. biasanya mereka dibekali penganan rumahan yang yummi. yang dipalak, gak mungkin nolak. bulan puasa gitu looo.. :P

jadi inget di rumah. huh. saat bulan puasa, bawaannya pengen pulang ke rumah. maklum anak kost. hiks. makanya kawin, kata temen gue. wuih…

so, tiap sahur mengandalkan jualannya warteg ujung gang. tiap buka, ya ngandalin apa adanya. pas di kantor ya buka pake tajil orang. hehehe.. pas ada acara, ya sekalian makan malam. pas kuliah, ya dapet jatah gratis :)

kalo pas kuliah, selesei kul bisa ikutan taraweh di ui. lumayan juga, pas pulang jalanan dah lancar. 11 rakaat saja. iya, nih. gue gak betah kalo taraweh yang 23 rakaat. capek gitu berdiri duduk dstnya. buru-buru, gak konsen, gerah juga. bebas-bebas aja kan? :)

ttg sprit saling menghormati cara beribadah itu, menarik juga baca laporan wartawan jawapos dari manhattan, new york. meski berniat qatam al quran dalam taraweh 30 hari, sang imam tak alpa bertanya pada para jemaat, “bagaimana? apakah suratnya terlalu panjang?” dan ketika jemaat tak berkeberatan, maka bacaan surat diteruskan. aduh, indahnya….

tarawih di ny: jawa pos

September 13, 2007

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:28 am

kini, telah. lalu, sebuah sudah.

note for today: jangan pernah membiarkan seseorang, siapapun dia, menginjak-injakmu. jangan pernah. bukan dengan protes keras dan marah-marah, tapi dengan menunjukkan sesuatu yang bernilai yang kamu punya. -refleksi protes foto sby di aussie- pas juga buat catatan personalku hari ini.

oh ya.. selamat puasa everyone..:)

September 12, 2007

gempa sampai jakarta

Filed under: cacatan - Administrator @ 9:59 pm

ayahku telpon berkali-kali. silent mode, mana kedengeran? lalu sms bertubi-tubi. “gempanya sampai ke jakarta gak?” aduh.. enggak berasa apa-apa. wong lagi baik-baik aja di ruang kuliah. cek wap nya detik. ternyata ada gempa di bengkulu. 7.9 richter. wuihh gede juga.

tapi temen-temen yang lagi ada di gedung2 tinggi sudirman.. berasa mual. goncangan besar dan mereka berhamburan keluar. aduh.. mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu buruk yang melebihi perkiraan.

September 11, 2007

Filed under: cacatan - Administrator @ 8:11 pm

setiap orang (harusnya) bisa berdiri tegak dan berjalan mantap diatas kakinya sendiri.

agghhh…

surat-surat lama itu.. tulisan tulisan yang menelegakan mata, tetap saja begitu. membuat mata berkubang, tak habis-abisnya. aku, ternyata, belum juga bisa membaca dengan cemooh dan pembenaran “ya..itu kan dulu. norak banget ya”

sigh

September 7, 2007

nenek

Filed under: cacatan - Administrator @ 11:38 pm

ibu dari ibuku meninggal. karena sudah tua, kata mama melalui telpon. oh, begitu. berarti sudah saatnya. dari dulu, aku memanggilnya ibu. tak pernah nenek, atau embah, atau eyang. itu gara-gara kakakku yang lama diasuh ibu dari ibuku, memanggilnya ibu. jadi, aku ikut-ikutan.

tadi siang kabar itu kudengar saat aku melangkah keluar kompleks parlemen senayan. mendung dan rintik. seperti langit yang menangis. tapi aku tidak. malah harus kuakui, sebersit rasa lega. karena dia sudah tua, persis seperti kata mama.

sejak jiwanya tergoncang, ibu dari ibuku jadi menyakiti banyak orang. terutama anaknya, yaitu ibuku. yang tak rela, tentu aku. anak ibuku. kami anak beranak tiga generasi terbelah berkubu-kubu. kakakku, karena diasuh oleh orangtua itu sampai haid pertama, mungkin merasakan kehilangan yang sangat. mungkin juga ibuku pilu. tapi entahlah, aku tidak.

masa kecilku diwarnai kenangan rupiah lima ribu. ibu rajin memberi uang kepada para cucu ketika masih jadi saudagar. cucu kesayangannya, tentu kakakku, si cucu pertama. lalu adikku, cucu lelaki pertama dan satu-satunya. aku tak dibenci, tapi juga tak terlalu istimewa. aku ialah cucu nakal yang gemar berlarian di rumahnya yang luas saat ia menonton dunia dalam berita. cucu nakal dengan baju belepotan dan mulut sariawan karena keasikan makan tebu diatas lori pengakut tebu. tapi aku tak peduli, waktu itu.

yang kusedihkan dari kehidupan ibu ialah ketika ia tua. gamang dan kesepian karena suami meninggalkannya demi seorang janda muda. dikawini pula. lalu kami cuma onggokan manusia tak bernama baginya.

setiap idul fitri menjadi siksaan bagi ibu. sang mantan suami yang masih kakekku itu berkhinat di hari suci. setiap masuk puasa, batinnya tertoreh. luka itu masih nyata. kadang ia ngamuk sedemikian rupa. lima atau enam kali idulfitri kurasa.

sejak itu aku melihatnya dengan cara yang berbeda. tak benci, tapi juga tak menganggapnya istimewa. aku iba. tak cuma padanya, tapi juga pada mama.

menjelang puasa tahun ini, aku lega karena tak menyaksikannya terluka.

have a nice journey, ibu. aku tak keberatan mengirim doa.

September 6, 2007

so sweeeeeeeeeeeeeeeet

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:17 pm

schaat datang pagi-pagi. kaos puma merah dan mengayuh sepeda merah. selamat ulang tahun katanya. wuih.. surprise. manis banget. hehe.. pendapat gini kan relatif yaaa.. buat aku, kayak gitu tuh udah top buat buat jenis orang kayak dia yang aduh aduh deh. :P

“ayo cepet. ganti baju.”

heh? tapi saat-saat legit gitu emang gak usah banyak tanya. yang kulakukan cuma cuci muka, sikat gigi, ganti celana training, nyamber ransel isi baju ganti, dan pake sepatu lari.

“ayo naik sini”

dan jalur kedoya kebayoran lama pagi hari, dengan jalan yang mulai sibuk. dan kami bersepeda -tepatnya dia yang mengayuh dan aku duduk di depan, memiringkan kaki dengan posisi tak terlalu nyaman tapi tetap aja kerasa indah-huauahuahuahuahuahau. ya kayak foto-foto pre wedding cuma ini gak pake sepeda pancal jaman dulu, aku gak pake kebaya putih dan dia gak pake baju koko -kita cuma kompakan gak sengaja pake kaos merah- , dan kita sama sekali tidak memandang ke awan sembari menunjuk-nunjuk. hihihihi.

so sweet. :) tengkyuuu…

makasih 4 my family, teman-temanku. yang baik hati. hehehe. buat cici lintang yang baik hati ngebikinin kue -meski keliru antara gula halus dan creamer buat kopi- dan buat semua orang yang nelpon tanpa sadar dan menyapa “kenapa ya kok gue pengen telpon elu. - hahahaha..

well. masih 29 kok. :)

YLBHI - Partai?

Filed under: cacatan - Administrator @ 2:01 pm

pada sebuah acara. deklarasi persatuan narapidana indonesia (NAPI), sebuah organisasi eks napi dan napi yang memperjuangkan hak hak napi. -well, napi juga manusia-

organisasi semacam ini tidak satu. banyak. kebanyakan menjadi tempat tujuan pertama para eks napi begitu keluar lapas untuk cari info lowongan kerja. tidak berjuang di jalur konstituen.

namun NAPI yang dideklarasikan kemarin punya niat untuk berjuang di jalur konstituen. artinya, mereka berupaya memperjuangkan kebijakan dan implentasi positif yang mewujudkan hak-hak napi seperti akses kesehatan, misalnya. karena hak-hak itu perlu dilindungi secara legal, maka mereka menggandeng YLBHI sebagai mitra. untuk keperluan advokasi bidang hukum.

lalu, mbak-mbak berseragam biru sama denganku, yang duduk didepan tak berbaur, mengacung.

“saya dari media group. - grr… sekarang ganti ya, jadi media group :P - saya mau tanya, apa organisasi ini nantinya akan berarah membentuk sebuah partai politik?”

gerrr. twew twew….. seisi ruang berpandangan geli. beberapa menegok ke arahku. heh.. anak media group tuh..

lantas, si mbak berjepit di poni kiri seperti menyadari keanehan pada pertanyaannya. ia cepat cepat menambahkan dengan argumennya. mungkin agar terlihat masuk akal. “Ya soalnya saya lihat disini ada YLBHi yang jadi mitra?”

GEEERRRRRRRRR…. bener-bener deh ketawa. jeng antara dah ngikik sembari ngeliat gue dengan muka kasian. media group tuh ca. temen lo tuh.

hehe. bener-bener deh. jaka sembung bawa golok. nggak nyambung, nyong.

psst…jangan buka aib orang

Filed under: cacatan - Administrator @ 1:46 pm

pada sebuah kesempatan, ada pertemuan singkat dengan ketua pansel KPK. dia bilang, “buat apa buka-buka aib orang. kalau dah gak keterima, masa mau dibuka kenapa”

maksudnya saat itu, ia keberatan dengan tuntutan sejumlah pihak agar track record para ‘finalis’ ketua KPK dibuka ke publik.

-Loh.bukannya itu bentuk pertanggungjawaban publik. warga negara berhak tahu kenapa itu kepilih kenapa ini kepilih, dong.-

“Wah… logika seperti itu kebalik-kebalik. masa kalau dia gak kepilih karena mukulin bininya, misalnya. itu penting? itu aib. masa aib orang dibuka?”

Itu bukan aib. itu kriminal. ada undang-undangnya. nutupin kejahatan juga kriminal, pak. Lagian, mencalonkan diri menjadi ketua KPK berarti siap untuk dibuka. untuk dinilai terbuka. wong penyelenggaraannya juga pake uang rakyat. komisi dibuat juga bagian pelayanan masyarakat atas kebutuhan pemerintahan yang bersih dari korupsi. ini urusan publik.

“Wah..ya gak gitu dong.”

Ughhh…….banyak titipan ya pak? -thats why i Support RUU KIP-

salam kecewa untuk senayan

Filed under: cacatan - Administrator @ 1:37 pm

jangan salahkan kalau rakyat kecewa. renovasi gedung dpr 40 milyar itu benar-benar kelewatan. keinginan yang mati rasa. gagal dengan laptop sekarang berdalih untuk kenyamanan. uugh.

banyak orang mengutuk. terutama yang gak kebagian. hehe. tapi saya tahu, gak semua orang DPR sepakat. entah untuk popularitas, atau cari muka. tapi palingtidak, ketidaksepakatan itu minimal (mudah-mudahan) akan membatalkan rencana renovasi.

giliran kinerja mereka dikoreksi, ngamuk. berdalih gak punya staf ahli yang mumpuni soalnya staf ahli anggota DPR (terutama yang masih ijo) cuma digaji dua juta. suer. coba cek minimal ama staf khusus komisi III. salah satu kerjaannya, ngawasin Polri.

cuapeeek deh.

tadi pagi di berita RCTI, rencana renovasi 40 milyar itu diperbandingkan dengan layanan 911 di amrik. well, sebetulnya gak usah jauh-jauh. kita juga punya contoh baik. Jembrana, Bali.

Bupati Jembrana, Prof Dr drg I Gede Winasa sangat populer di kalangan warga Jembrana karena sukses memberikan pelayan publik yang baik. pendidikan sd-sma gratis. juga layanan kesehatan. petani dibebaskan dari pajak bumi. padahal Jembrana bukan kabupaten kaya. Jauh dari denpasar atau ubud yang punya pemasokan dari sektor pariwisata. tapi liat dong peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) nya. Di bawah kepemimpinan Winasa, pendapatan asli daerah terus meningkat. Pada 2001, PAD Jembrana mencapai Rp4,7 miliar, bahkan pada 2006 mencapai sekitar Rp11,2 miliar.

Winasa melakukan efisiensi di segala bidang. bahkan hingga kartu pegawai. bank dan rumah sakit digaet sebagai mitra. jadi kartu pegawai itu berfungsi juga sebagai atm dan medical record. “Kalau di Jembrana ada jalan tol, kartu kami juga harus bisa dipakai,” katanya berseloroh.

Winasa menjadi bupati jembrana sejak 2000 ( saat ini ia digadang-gadang maju dalam pemilihan gubernur bali). Kini ia fokus pada pemanfaatan teknologi informasi. e-goverment, gitu. untuk segala macam perijinan, warga gak perlu bertatap muka dengan perangkat pemerintahan yang biasanya membuka kesempatan pungli. warga bisa datang ke pusat layanan publik seperti misalnya kantor bupati, lalu liat prasyarat yang bisa dibaca di papan layar sentuh (touchscreen). kalo udah lengkap prasyarat, mereka bisa masukin file ke sebuah kotak khusus yang terbuka dan tertutup secara otomatis. tanpa harus ketemuan ama staf pemerintahan.

pelayanan publik yang prima di Jembrana ada karena efisiensi, bukan karena pembayaran pajak yang tinggi. kuncinya, sepertinya emang cuma di niat yang kemudian keliatan pada strategi pola anggaran. gak seperti rencana renovasi DPR.

kenapa sih cuma urusan fisik. percaya deh, gedung dewan yang terhormat di bilangan senayan itu masih layak. masih adem. masih nyaman untuk memproduksi undang-undang yang pro publik. kenapa sih mesti gedung?

kenapa sih nggak mikirin gimana caranya agar rakyat bisa akses produk-produk DPR. sampai sekarang, gak banyak orang tau mereka kerja apa, mereka produksi apa. aneh kan kalau warga negara sampai gak tau uu yang melindungi hak-hak nya, sekaligus menggariskan kewajibannya.

ya kalau kayak gitu wajar dung kalo jumlah masyarakat apolitis makin berlipat. dan itu sangat bahaya bagi kehidupan demokrasi.

September 2, 2007

kebakaran di kedoya.

Filed under: cacatan - Administrator @ 6:58 pm

kamis malem, ada kebakaan di kedoya. orangtuaku tau lebih dulu dari aku. karena seperti biasa, aku gak bawa hp (karena mikir cuma jalan bentar) yang malah pake nginep segala. Jumat pagi cuma sempat mampir bentar ke rumah dan langsung cabut ke depok. satu korban jiwa, kata temen rumahku. tapi banyak rumah kebakar. 100 kk.

kejadiannya deket rumah kontrakan. paling cuma jarak 300-400 meteran. jeng luvi yang sigap, langsung mendirikan dapur umum. aku baru dikabari hari jumat, saat ribet liputan. butuh pakaian, ca. kalau nasi bungkus, mertuaku siap 300 bungkus sampai sabtu, katanya melalui telepon.

yang terbakar ialah komplek tinggal pemulung. bakar sampah malam hari, dan salah prediksi arah angin. akibatnya, angin kencang mengantarkan api menderu ke arah berlawanan dan melalap rumah warga.

ada prasangka kebakaran itu ialah kesengajaan. si schaat nambahin, kan ada program pengusiran pendatang . atau barangkali hunian liar?

jadi ingat warga kolong tol. besok selasa ialah deadline buat mereka.

mendekati musuh

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:47 am

dulu, saya gak suka matematika. gak suka suruh ngitung terus menerus eaktu sekolah meski nilai-nilai saya gak terlalu buruk. itulah salah satu alasan kenapa saya kuliah sarjana di matematika. ya, untuk mendekatkan diri dengan musuh. hehe. mendekatkan diri dengan apa yang kita benci, buat saya, seperti terapi mujarab agar nggak terlalu benci dan mengganggu di otak.

hasilnya, gak buruk2 amat. saya lulus juga. dan menemukan fakta: matematika itu indah. segala teorema yang ada di muka bumi, lahir dengan sangat elegan. karena penuh perjuangan, mengalami berbagai penolakan, namun yang kuat karena memuat kebenaran, bisa tetap bertahan. ilmu ini juga yang sedang saya kangeni setengah mati. -nggak tau deh, ada enggak yang ngebuka buku kalkulus berasa seperti buka buku harian yang penuh curhat, dan menimbulkan rasa haru dan rindu yang sangat? hehe. berlebihan ya? tapi itu gue. hiks-

formula mendekati musuh itu lah yang sekarang saya pakai. dengan sadar saya nyemplung di desk polkam. atas pilihan saya dibalik kata-kata indah untuk perusahan “untuk perkembangan diri yang tentu akan memberi kontribusi positif,” haha. ya, saya pikir sudah saatnya membuka dan kalau perlu merobek-robek cadar yang saya pakai untuk menutupi barang berjudul politik. saya produk orde baru yang apriori politik, menganggapnya sebagai sesuatu yang culas, jahat juga bau. saya nggak tau apa yang akan saya dapatkan. kebencian yang makin sangat, apatis atau malah kecintaan yang baru.

lets see..

–curhat gak penting di malam minggu. yeaahh… -

nasionalisme. adakah?

Filed under: cacatan - Administrator @ 12:33 am

kapitalisme akan membelah nasionalisme menjadi golongan miskin dan kaya. yang kaya akan menjadi budak barang-barang konsumsi global - thats why starbucks laku setengah mati-. dan jangan tawarkan nasionalisme kepada golongan miskin sebelum menyediakan lapangan pekerjaan dan pangan murah.

-pikiran utamanya saya kutip dari perkataan muslim abdurrahman. cendekiawan yang sempat di bercokol di muhammadyah, salah satu pendiri PAN yang kini nyebrang ke PKB dan diangkat menjadi anggota Dewan Syuro PKB agustus ini-

saat sepak bola asia cup, indonesia -arab saudi atau indonesia-korea, anda akan merasakan atmosfer nasionalisme luar biasa di senayan. sungguh. sampai sekarang saya masih bergetar mengingat momen itu. meski kita kalah.

momen olahraga, selalu berhasil membentuk citra. juga berhasil memunculkan rasa kecintaan, rasa kebanggan atas bangsa sendiri yang selama ini nyaris tak terlihat. saat hubungan bilateral dua negara berada dalam suasana panas, biasanya nasionalisme dikedepankan. tapi, saya rasa, nasionalisme tak setipis perasaan tersinggung saat arogansi malaysia merebak. ia lebih menyerupai tekad, untuk menolak tunduk atas perspesi buruk yang dialamatkan oleh bangsa lain -dalam hal apapun-.

namun, bersedia tak menunduk dan berdiri sejajar dengan bangsa lain berarti juga bersedia untuk meningkatkan nilai kepantasan dihormati. ini yang kemudian menjadi pr besar. bagaimana meningkatkan nilai kepantasan untuk dihormati. bukan karena kekuasaan, tapi karena nilai dalam diri.

hubungan indonesia malaysia yang sempat panas memang membakar emosi. terlebih karena perlakukan mereka atas TKI disana. kejengkelan itu yang mengemuka. kenapa sampai begitu, kenapa sampai malaysia berkesan tidak serius atas urusan-urusan indonesia yang mereka tahu akan berakibat pada hubungan bilateral? dalam hal ini saya mengamini pendapat akademisi UI, kajur HI Hariyadi Wirawan. katanya, “ada indikasi kita mengalami masalah besar sebagai negara yang terhormat.”

iya dong. kalau enggak, tentu kita gak sampe minta-minta malaysia buat minta maaf, atau ngejar-ngejar mereka buat lebih perhatian ama urusan TKI.

menurut hariyadi, kita masih terbuai dalam kebesaran masa lalu, sementara malaysia sudah merasa lebih tinggi dari indonesia karena data statistik pembangunan mereka yang menanjak cepat. akibatnya ya itu. ada gap pemahaman, dan itu potensial menjadi konflik bilateral.

di sisi lain, kita yang memilih untuk menuju demokrasi tengah mengalami chaos di berbagai sektor. belum banyak beranjak sejak 1998.

tapi, saya pribadi, memiliki kebanggaan atas Indonesia yang berusaha menuju negara demokrasi. meski tertatih. meski payah. meski ngalamin sakit-sakit. meski banyak korban. paling enggak, kita beranjak menuju kondisi setara politik bagi semua orang, dimana setiap orang akan berdiri sama tinggi, akan berekspresi bebas tanpa memotong hak orang lain, dan punya diginity. ya, barangkali karena saya orang yang naif dan optimis. hehehehehehe…..

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King