pacar reses
love has its own time, its own seasons and its own reason for coming and staying..also leaving.

gak cuma sidang DPR yang bisa reses. si schaat juga, loh. hehe. maksudnya, reses setelah flirting terbarunya berakhir, untuk mencari kandidat baru lagi. hehehe.. capeee deeee
but, sometimes.. yang kayak gitu gitu tuh pada akhirnya jadi bisa dinikmatin aja. meski tentu saja, reaksi awal enggak pernah lepas dari mata mendelik, perut mual, lutut lemas, jantung berdetak dua kali lebih cepat, tangan gemetar lalu dingin, manusia manusia kecil di otak teriak teriak..”HAAA… siapa lagi tuuuhhhh” dan kemudian mata memanas. hiks. namun periode mual lemas itu semakin lama jadi semakin singkat. ughh.. gak tau deh gimana proses adjustment berlangsung hingga saat ini. =maybe because I’m not giving up without a fight??? = hahahaha…..and i still remember how Adhie reminds me. He said..maybe some things are worth the pain and in the end you got nothing.-except that loose, off course..- well, schaat.. my pain is your pleasure..
dan…di suatu siang yang diam, dalam ruang lebar berpilar pilar besar, tanpa sadar kami merunut rekam jejak selama dua tahun dua minggu ini. skor schaat lebih banyak dari aku.(ya iya laaahhh… secara!!!) selisih satu menurut hitungan dia. tapi menurutku, sebenarnya selisih dua. dia punya trend konsisten -dalam artian, bisa dihitung siklusnya- sementara saya lebih insidensial dan reaktif. huhuhu….relasi yang aneeehhh…
ughh… bodo ah.
besok pulang kampung. cihuy. mendekat pada mama. mencari hangat di dunia kecil. mmm…..
selamat mudik, everyone!!!!
neng.. ur schaat tuh.. yang lu dulu sebut puma.. yang sebelumnya lu panggil partner in crime? ;p
Comment by tou — October 10, 2007 @ 11:57 pm