Bibbi Sica magische Bibliothek
mumpung belum kuliah, mumpung jadi wartawan telepon (!!), aku meniatkan diri dengan sungguh-sungguh untuk ngurusin koleksi buku. mas hidayat freedom udah setuju, aku bisa isi aplikasi free lib as soon as freedom buka. berarti mesti mikirin, data base yang dulu sempet diisi. huaduhhhh…. dimana dulu back up nya??
pengennya sih.. tentu jangan sampai perpustakaan ini jadi perpustakaan rahasia bibi sica hehehe (Bibbi Bokkens magische Bibliothek-Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup) .. thats why aplikasi freelib jadi sangat menarik. terfikir juga buat ngebisnis in.. cuma ya, masih mikir format yang enak lah.
ngurusin buku, buat aku, punya keasikan sendiri. masalahnya, emang demen. pas kecil aja, hobiku bikin katalog belanja ala carefour gitu. gak beda asiknya saat ngatur ngatur buku. saat belum banyak, dibagi berdasar subjek besar saja. agama. matematika. sastra. geografi. ekonomi. filsafat. sosial-kiri
saat memilah milah.. dasar gue orang romantis-hehehe- malah teringat kisah-kisah dibalik pemilikan buku buku tersebut. hasil nyolong perpustakaan (UPSSS!!) .. di kadoin.. beli pake indent, beli online..hasil malak milik sahabat, hasil wishlist yang didengung-dengungkan, hasil berburu buku diskon saat festival buku gede2an . atau palasari.. atau shopping jogja… atau connaught place delhi…bloomsbury.. uh uh….
lama-lama klasifikasi standard itu nggak pas lagi. dan mulai disoriented. lalu mulai searching, how to organize ur library. ketemu klasifikasi dewey yang tenar selain klasifikasi LC (Library of Congress). yup. bapak satu itu, mungkin seperti karakter monica di serial friends. yang keranjingan ngatur-ngatur barang sampai taraf akut.
berikut, kalsifikasi dewey yang aku ambil di gutenberg.
dan ini panduan sederhana mengelola perpustakaan pribadi.