something new
tadinya aku gak terlalu berharap banyak ama ni film, selain film yang lumayan enteng buat diliat di akhir minggu. i must admit that im too underestimate a movie with tag line: a romantic comedy with a whole lot of drama
well, for my personal opinion, something new is offering a new kind of romantic comedy with interesting perspective about racial attitude.

Awal film, ialah juga menjadi awal hari Kenya McQueen. (well, i love the way Kriss Turner choose the name: Kenya). Perempuan karir hebat yang berdomisili di LA, digambarkan sebagai pribadi yang selalu bisa mengontrol hidupnya. No doubt that she is a hard worker, also a persistence accountant. She work so hard -which she called as a black tax : black always work twice harder to prove that they have something- to stay on a game. and yup, surely she stay on a white world game as an ace accountant. Kenya also a picky one. She has a list. of everything. including a list about the man whom she get in to.
then, Kenya meet Brian (Simon Baker. mmhh!!!) on a blind date arranged by her friend, Leah. Well, he’s a lovely and warm architect landscape. technicly, ya tukang bikin taman. tapi di kencan buta pertama, mereka gak sempat saling kenal dan ngobrol lama. Kenya keburu ilfil ama tempat janjian mereka di starbucks dan ngerasa salah karena kencan ama white guy. Kenya’s brother, Nelson who always change his girl friend as much as he changes his underwear , said that Kenya has so deppresed and frustated then she have to date with a white guy. apalagi cowok kulit putih yang “cuma” tukang taman.
” I’m just a landscaper. I take hard earth and make things bloom.”
but sometimes love just comes. kencan buta mereka memang tak berkelanjutan. tapi pada sebuah pesta taman, Kenya ketemu Brian. (seems as a force of nature, gitu). Brian ialah orang dibalik taman cantik lokasi pesta tersebut, yang kemudian direkomendaskan sang tuan rumah untuk menata taman berantakan (karena gak pernah diurus sejak beli), di rumah Kenya.
then they meet. again. again. again. dan pada suatu saat, Brian ngajak Kenya hiking. Perempuan African American anak keluarga kaya dan terpandang itu, rupanya tidak terbiasa dengan kegiatan outdoor. Well, daftar komplainnya juga panjang sih. Dia paranoid berat ama laba-laba, and always complaining when they hike. Yang paling sok imut ialah ketidaksukaannya ama Max, anjing golden retriever kepunyaan Brian. (C’mon… golden retriever!!). alasannya: dia gak suka rambut anjing ngotorin rumahnya yang bernuansa beige ala suite nya Hyatt. Boring, formal, and so not homy like carrie’s appartment
but, moment hiking itu mengubah “keteraturan” Kenya akan hidupnya. She fall in love. Well, both of them. Dalam nuansa hujan, di hutan. Scene ini, buat aku pribadi, menjadi scene paling nyebelin dan cemen. kalo ada pondok bambu seperti yang di film-film indonesia jama 70-80an, pasti dah kejadian tuh preamarital sex yang bikin ceweknya hamil instant.
tapi, maunya sutradara, Sanaa Hamri, emang kek gitu kali. then sperti bisa ditebak, kisah cinta mereka berkelanjutan. Kenya mulai berani tampil sesuai identitasnya- tidak lagi menutupi rambut kriwilnya yang segar nan seksi- , mulai nge cat rumah dengan warna-warna sesuai minatnya (bukan lagi selera nyokapnya), dan mulai sedikit nyantei ama hal-hal kecil yang biasanya bikin senyumnya mengerut. she really like her new life with bryan, but annoyed of what people thinking of.
prejudice yang dialami Kenya di dunia kerja - ketika salah satu klien nya merasa ia tak cukup kompeten hanya karena dia bukan perempuan kulit putih- juga dirasakan Bryan dalam dunia sosial Kenya. Bryan, cowok kulit putih yang tidak tergolong kaum sosialita LA, jelas bukan “siapa-siapa”. Kenya jadi terlihat so depressed, so frightened to classified as 42,3% african american woman who never get married. Bryan tergambar seperti last man yang bisa ia harapkan. Apalagi, dari seluruh daerah di bagian barat U.S, komunitas African American paling banyak tinggal di LA. Jumlahnya mencapai 25% dari seluruh African American di U.S.
prejudice antar ras, mewarnai scene demi scene hubungan mereka di mata orang lain. Tapi Bryan selalu tersenyum. And yup, Simon Baker’s smile.
well, what i do love on simon baker is his smile. manly sweet. first time i saw him so intense in Book of Love (2004). He was acting as a loyal and lovable husband who got betrayed : his wife have an affair with his student. then i saw him in we Dont Live Here Anymore (2204). Then i saw him on Devil wears prada. As Christian, a famous and cute writer.
Well Simon is so nice, but not too nice. he’s the one to fight for, to caught. he is a chalenge. but still nice. not too sweet like Matthew McConaughey, but still..sweet. manly sweet.
back to movie: their relationship just didnt work. another man comes in to Kenya’s life. also African American. good carrier. high class.
i wont tell you what the end.. but a lil bit clue: it just like another hollywood movie’s moral story, love find a way. happy ending is a must. like one of quotes: At the end of the day it’s not about skin color or race. It’s about the love connection: the vibe between a man and a woman.
- hehe..spoiler..spoiler-
nice movie. even its offering a new kind of racial perspective, but still.. its a comedy romantic which nice to be seen on your weekend, with or without your boyfriend.
so..dont expect too much on deeply digging about interacial relationship. its a weekend movie.
